MANFAATKAN MOMEN: Uang pecahan lembaran Rp 5 ribu, 10 ribu, dan 20 ribu yang dijajakan untuk ditukarkan menjelang lebaran. (ANJAR DWI PRADIPTA/JAWA POS RADAR LAMONGAN)

batampos.co.id – Meski lebaran masih lama, namun jasa penukaran uang baru untuk lebaran kembali muncul di Kecamatan Lamongan. Bairi, salah satu penerima penukaran uang baru, mengatakan, dirinya ingin konsumennya tahun lalu mengetahui keberadaannya.

Sehingga, dia memilih mulai menerima jasa penukaran uang baru di pinggir jalan. “Kalau sekarang lebih awal lagi dibanding tahun lalu. Karena semakin lama semakin banyak jasa penukaran uang di sini,” ujarnya.

Menurut dia, sebagian pengguna jalan mampir menanyakan nilai jasa penukaran uang baru. Mereka diperkirakan menukarkan uang pecahan saat menerima gaji.

Meski demikian, ada sejumlah orang yang mulai menukarkan uangnya dengan pecahan uang baru. Nilainya, Rp 1 juta hingga Rp 2 juta.

“Kalau sekarang, dominan para pengusaha yang melakukan penukaran. Karena dia tahu semakin mendekati lebaran, jasanya semakin mahal,” jelasnya.

Biasanya, lanjut Bairi, ketika puasa memasuki hari ke-20, banyak orang yang menukarkan uang baru. Sebab, sebagian di antara mereka sudah menerima gaji dan THR.

“Jasa penukaran sama seperti tahun kemarin. Penukaran uang Rp 100 ribu, minta jasa tambahan Rp 10 ribu. Begitu seterusnya,” ujarnya.

Dia mewaspadai adanya uang palsu. Jika menerima uang palsu, maka dirinya bakal merugi. “Pastinya mengajak teman untuk melakukan pengawasan pembeli agar tidak terjadi hal yang tak diinginkan nantinya,” katanya.(bj/mal/yan/jar/min/JPR)