Minggu, 12 April 2026

Pasar Murah Digelar selama 16 Hari

Berita Terkait

foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Batam bersama distributor bahan pangan kembali menggelar pasar murah pada pertengahan Ramadan hingga jelang Lebaran mendatang. Jika sebelumnya sudah digelar pasar murah selama tiga hari, kegiatan serupa akan diadakan lagi selama 13 hari di 20 lokasi berbeda.

Kepala Bagian Perekonomian Pemko Batam Zurniati memaparkan, jumlah hari pelaksanaan pasar murah bertambah dibanding rencana awal.

”Awalnya, dalam rencana kita enam hari. Kebijakan Pak Wali (Kota Batam Muhammad Rudi) ditambah 10 hari. Jadi, total kami laksanakan Ramadan kali ini sebanyak 16 hari,” papar Zurniati, Minggu (12/5/2019).

Penambahan jadwal ini diambil setelah rapat dengan para distributor bahan pangan Batam, Jumat (10/5). Zurniati memaparkan, lanjutan pasar murah selama 13 hari tersebut berlangsung dari 15-18 Mei, lalu Senin 20-25 Mei. Juga, 28-29 Mei dan tanggal 31 Mei.

Ia menyampaikan, kebijakan ini diharapkan dapat membantu masyarakat untuk mendapatkan komoditas pangan dengan harga lebih terjangkau. Bahkan, pada 13 hari pasar murah nanti, komoditas yang diperdagangkan lebih banyak dan ditambah untuk beberapa item seperti tepung, gula, mentega, dan minyak goreng.

”Kami tentukan ini berdasarkan kebutuhan masyarakat yang mau Lebaran. Harapannya dengan ini masyarakat terbantu,” imbuhnya.

Sebelumnya, mantan Camat Sekupang ini menyebutkan pasar murah lanjutan juga mempertimbangkan daerah padat penduduk, jauh dari pusat kota yang memiliki pasar utama, serta penyumbang inflasi yang tinggi berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS).

Ketua TPID Batam Muhammad Rudi menyampaikan, harga jual bahan pangan yang dijual melalui operasi pasar TPID ini di bawah harga jual pasar. Bahan yang dijual seperti beras Bulog, gula, daging sapi beku, telur, bawang merah, bawang putih, cabai merah, kentang, sayur, ikan, mentega, tepung, minyak goreng, susu, minuman dan ketupat instan.

“Sembako (bahan pokok) yang dijual sesuai dengan modal, mereka tidak mendapat untung, karena kita pemerintah juga membantu mereka,” pungkasnya.

(iza)

Update