Sabtu, 25 April 2026

SMAN 10 Batam Umumkan Hasil UN, Malam Ini Pukul 20.00 melalui WA

Berita Terkait

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMAN 10 Batam, Heni Aprianie

batampos.co.id – Pengumuman hasil ujian nasional 2018/2019 untuk tingkat sekolah SMA dilaksanakan serentak pada Senin (13/5) hari ini. Pada prosesnya tiap sekolah memiliki kebijakan tersendiri terkait bagaimana proses pengumuman itu disampaikan kepada para siswa.

Ada yang dilakukan dengan cara konvensional dengan menghadirkan para siswa di sekolah, ada juga model lain dengan memanfaatkan kemudahan komunikasi melalui media sosial.

SMAN 10 Batam merupakan salah satu sekolah yang menggunakan cara tidak biasa dalam memberikan pengumuman. Kepada 100 siswanya yang menjalani UNBK tahun 2019 ini, pihak sekolah memberikan pengumuman dengan memanfaatkan aplikasi pesan Whatapps (WA).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMAN 10 Batam, Heni Aprianie menjelaskan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan siswa dan orangtua siswa terkait pengumuman ini. Secara teknis nantinya koordinasi akan dilakukan dalam grup WA yang telah dibentuk.

Untuk pengumuman sendiri, pihaknya akan memberikan langsung melalui jalur pribadi kepada siswa yang bersangkutan.

“Karena hasil itu privasi siswa, jadi kami sampaikan secara pribadi kepada mereka,” kata Heni ketika dihubungi pada Senin (13/5/2019).

Untuk waktu tepat pengumuman sendiri, Heni menjelaskan pihaknya memilih pukul 20.00 WIB. Waktu ini dipilih berdasarkan beberapa pertimbangan, utamanya untuk menghindari para siswa melakukan konvoi kelulusan, terlebih saat bertepatan dengan momen bulan puasa.

Wanita dengan tahi lalat di bagian dagu ini juga menjelaskan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan kepolisian perihal kemungkinan aktivitas konvoi muridnya ini. Meskipun demikian ia berharap para siswa tidak sampai melakukan aksi tersebut, karena dapat membahayakan keselamatan mereka.

“Kalau ada konvoi juga, sungguh keterlaluan ya, karena ini (pengumuman) waktunya sudah malam,” kata Heni lagi.

Selain itu, Heni juga mengungkapkan bahwa pihaknya juga sudah mewanti-wanti kepada para siswa untuk tidak melakukan konvoi. Jika tetap membandel, pihak sekolah akan menahan surat kelulusan sementara mereka. Ancaman tersebut, lanjut Heni, untuk menakuti siswanya.

Lebih jauh, wanita asal Jawa Barat ini mengaku kesulitan menghadapi momen yang dianggap sebagai perayaan bagi para siswa ini. Tahun 2018 lalu, pihaknya sempat tidak membolehkan siswa membawa seragam untuk menghindari aksi coret-coret seragam, akan tetapi hal tersebut tetap berlangsung.(bbi)

Update