Lurah Tanjungriau, Agus Sofyan, menemui orangtua yang akan daftarkan anaknya di SMPN 47 Marina. Foto: Eja/batampos.co.id

batampos.co.id -Penerimaan peserta didik baru (PPDB) online tingkat SMP dibuka serentak hari ini, Selasa (14/5/2019) pagi. Hampir semua sekolah negeri di Batuaji dan Sagulung dibanjiri masyarakat yang ingin mendaftarkan anaknya.

Para orangtua yang datang bersama anaknya masing-masing sudah memenuhi lingkungan sekolah sejak subuh agar memperoleh nomor urut terdepan. Padahal sekolah baru buka pukul 08.00 WIB.

Seperti di SMPN 47 Marina. Aksi desak-desakan di gerbang sekolah membawa petaka bagi seorang ibu yang ingin mendaftarkan anaknya. Wanita yang belum diketahui indetitasnya itu, harus dilarikan ke klinik terdekat sebab jari tangannya terjepit pintu gerbang, saat pihak sekolah membuka gerbang sekitar pukul 08.00 WIB.

“Padahal kami sudah beri arahan untuk tidak berdesak-desakan tapi tetap saja terobos. Ibu itu mungkin pegang di ujung gerbang jadi saat dibuka tangannya kejepit,” ujar ketua Panitia PPDB SMPN 47, Jasin.

Kata Jasin, orangtua yang ingin daftar anaknya di sekolah tersebut sudah antre sejak pukul 04.30 WIB. Mereka lanjutnya adalah warga dari empat kelurahan terdekat. Di antaranya Kelurahan Tanjungriau, Kecamatan Sekupang, Kelurahan Bukit Tempayang dan Tanjunguncang, Kecamatan Batuaji.

Selain itu ada juga warga yang datang dari Kelurahan Sagulung Kota, Kecamatan Sagulung. “Disini zonasinya lintas kecamatan, karena berada di wilayah perbatasan Kecamatan Sagulung, Sekupang dan Batuaji. Jadi agak banyak peminat,” katanya.

Kata Jasin, meski banyak peminat tak seharusnya para orang tua berdesak-desakan di hari pertama PPDB. Sebab lanjutnya, PPDB masih dibuka hingga 29 Mei 2019 mendatang. Jasin menjelaskan, sistem PPDB online mengharuskan orangtua atau calon siswa datang dan mengisi sendiri data di sekolah dan bisa dilakukan selama masa PPDB berlangsung.

“Hari pertama ini sebenarnya fokus untuk pengambilan nomor antrean pendaftaran,” katnaya. Setelah mendapatkan nomor antrean, para orangtua tinggal menunggu hari yang ditentukan untuk datang dan mendaftar.

“Karena input data kami batasi 30 peserta saja perhari dan itu tetap mencukupi kok karena PPDB buka sampai tanggal 29 nanti,” jelas Jazin.

Dengan adanya kejadian itu, Jazin, berharap agar orangtua colon siswa tak perlu lagi berdesak-desakan atau datang lebih awal sebab pendaftaran akan dilayani sesuai dengan nomor antrean yang sudah diambil.

Datang Sedari Subuh

Selain berdesak-desakan para orangtua sudah mendatangi sekolah sejak subuh. Salah satunya Asnah. Warga Bengkong Harapan, Bengkong, itu datang untuk mengambil nomor pendaftaran di SMPN 6 Batam sekitar pukul 05.00 WIB.

Namun keinginannya untuk mendapatkan nomor antrean pertama tidak terwujud. “Saya dapat nomor antrian 47 padahal datang pagi-pagi sekali, ada yang lebih dulu ternyata,” kata Asnah ketika ditemui batampos.co.id di SMPN 6 Batam sekitar pukul 10.40 WIB.

Para orangtua terlihat mengantre di SMPN 6 Kota Batam. Foto: bbi/batampos.co.id

Wanita 45 tahun itu mengaku tidak mengalami kendala sama sekali untuk mendaftarkan anaknya. Hanya saja, dirinya harus menunggu antrean yang cukup memakan waktu. Meskipun pihak sekolah telah menyiapkan layanan terhadap lima pendaftar sekaligus.

Hal senada diungkapkan Adam. Pria 59 tahun itu mengatakan datang ke SMPN 6 sekitar pukul 07.00 WIB dan hampir tidak kebagian nomor antrean. Dari total 60 pendaftar yang mampu dilayani sekolah ini, Adam mendapatkan nomor antrean 55.

“Saya datang sudah penuh, padahal pembagian nomor antrean baru mulai jam tujuh pagi,” kata Adam.

Adam melanjutkan, anaknya, Zaki, menginginkan sekolah di madrasah (Madrasah Tsanawiah). Akan tetapi sistem yang tidak sejalan antara sekolah swasta dan sekolah negeri, membuat niat anaknya tersebut tidak terpenuhi.

“Kita belum ujian, sekolah swasta sudah ujian duluan, jadi terlambat ikut pendaftaran,” jelasnya. Pemilihan SMPN 6, lanjutnya karena sekolah tersebut berada di zona yang sesuai dengan tempat tinggalnya.

Pantauan batampos.co.id di SMPN 6 Batam, para calon siswa dan orangtua masih terlihat membanjiri sekolah tersebut. Mereka umumnya sudah menyelesaikan proses pendaftaran dan tinggal menunggu pihak sekolah mengeluarkan surat keterangan telah mendaftar di sekolah ini.(eja/bbi)