Ilustrasi. Foto: hellosehat.com

MARTYN Chidlow baru saja memeriksakan mata di salah satu klinik lokal Kota Wrexham, Inggris. Tapi, dia merasa harus memeriksakan mata lagi saat melihat layar tagihan di toko produk untuk mata.

Bagaimana tidak, obat tetes mata yang baru dia beli ternyata berharga 4 miliar pound sterling atau sekitar Rp 74 triliun.



Pria 55 tahun itu sudah menyiapkan uang tunai untuk membayar obat mata yang seharusnya dibanderol GBP 9,95 (Rp 185 ribu) tersebut. Tapi, berkali-kali hasil scan kasir menunjukkan harga selangit itu.

”Saya bilang kepada penjaga toko, saya sudah siap tunai, tapi sepertinya saya harus pakai kartu kredit saya,” ungkap ayah dua anak itu. Usut punya usut, ternyata mesin pemindai barcode tersebut salah mengartikan kode produk.

Bukan harga, mesin itu malah menyebutkan nomor pelanggan. Ya, mungkin mesin pemindai tersebut juga butuh obat mata supaya tak salah melihat. (bil/c11/oni)

Loading...