Gelas dan pembungkus yang terbuat dari plastik masih menjadi pembungkus utama yang digunakan para pedagang di Kota Batam. Foto: Bobi Bani/batampos.co.id

batampos.co.id – Banyaknya gelaran bazar Ramadan di berbagai kawasan di Kota Kota Batam, berbanding lurus dengan penggunaan plastik sebagai pembungkus makanan atau wadah bagi para pembeli.

Sampai saat ini plastik memang masih menjadi wadah utama bagi masyarakat, sehingga penggunaannya pada momen Ramadan dan Lebaran terbilang cukup tinggi.


Kondisi ini sedikit banyak telah mempengaruhi kebersihan Kota Batam. Padahal Kota Batam sendiri merupakan daerah yang diproyeksikan menjadi destinasi pariwisata bagi dunia internasional.

Artinya aspek kebersihan menjadi hal yang harus mendapat perhatian tersendiri. Mengomentari hal tersebut, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata menjelaskan, saat ini aturan pembatasan penggunaan kantong plastik belum ada.

Akan tetapi hal tersebut tetap menjadi perhatian Pemerintah Kota Batam, khususnya Disbudpar. Ardi mengaku, pihaknya terus mendorong masyarakat dan komunitas-komunitas yang ada di Batam untuk mengurangi penggunaan kantong plastik.

“Kita akan dorong terus untuk meminimalisir kantong plastik ini, karena memang sangat berpengaruh pada lingkungan kita sendiri,” kata Ardi ketika dihubungi batampos.co.id, Rabu (15/5/2019).

Sementara itu, pantauan di salah satu lokasi bazar yang diadakan Pemkot Batam, Wonderfood, di kawasan Edukits, Batam Cen,tre, puluhan pedagang yang memenuhi lokasi bazar ini masih menggunakan kantong plastik. Baik itu sebagai pembungkus makanan yang dijual, maupun sebagai wadah bagi pembeli.

S, salah satu pedagang di bazar itu, mengaku setiap bungkusan makanan yang terjual pasti menggunakan kantong plastik. Dalam sehari ia bisa menjual Dim Sum yang menjadi makanan yang ia jual di sana sebanyak lebih dari 50 bungkus.

“Sejauh ini memang masih menggunakan plastik, karena memang belum ada penggantinya,” kata S ketika ditemui di lokasi bazar ini pada Selasa (14/5/2019) malam.

Dari keterangan S ini, bisa diketahui ada lebih dari 50 bungkus plastik yang menjadi sampah dari pedagang. Hal serupa juga berlaku bagi pedagang lain, yang memang menjadikan plastik sebagai wadah makanan.

Di Batam sendiri, lokasi Bazar Ramadan ini tersebar di berbagai kawasan yang jumlahnya tidak sedikit. Dalam satu lokasi bazar tersebut juga ditempati oleh pedagang yang menyediakan kuliner berbuka yang juga tidak sedikit. Dari sini kita bisa membayangkan jumlah sampah plastik yang disuplai selama Ramadan ini.

Sebelumnya, Kabid Persampahaan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam, Faisal menjelaskan, sejak awal bulan puasa jumlah sampah di Kota Batam meningkat lima hingga 10 persen setiap harinya.

Dari jumlah tersebut sampah plastik paling banyak bersumber dari lokasi bazar dan pasar. Kalau biasa perharinya jumlah sampah sebanyak 900 ton, berarti ada tambahan 90 ton lagi. Artinya ada 990 ton sampah setiap harinya.(bbi)

Loading...