Harga kebutuhan pokok terus merangkak naik. Salah satunya cabai rawit yang dijual Rp 60 ribu per kilogram. foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Harga-harga kebutuhan pokok tidak kunjung stabil, bahkan cenderung merangkak naik menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri. Misalnya harga ayam potong segar dan telur, masih tinggi di pasar-pasar tradisional di wilayah Sagulung dan Batuaji, Rabu (15/5/2019).

Pantauan batampos.co.id di Pasar Fanindo, Batuaji kemarin, harga daging ayam segar kini mencapai Rp 39 hingga Rp 41 ribu per kilogram (kg). Sedangkan ayam beku/es hanya terpaut tipis, yakni di kisaran Rp 35 sampai Rp 37 ribu per kg.

Sejumlah pedagang mengaku harga ayam segar cenderung mengalami kenaikan. ”Harga (ayam segar, red) tak bisa dipastikan. Malah sering naik dari distributor,” ujar Hendrie, pedagang daging dan ayam segar di Pasar Fanindo, Batuaji kemarin.


Tidak hanya itu, harga telur juga terus merangkak naik. Di Pasar Aviari dan Fanindo, Batuaji, misalnya, semula Rp 39 ribu naik menjadi Rp 42 ribu per papan (isi 30 butir). Seperti diutarakan Wiranti, 33, pedagang grosiran sembako di Pasar Aviari.

Dia menyebutkan, harga telur ayam buras kini mencapai Rp 42 hingga Rp 44 ribu per papan. Padahal sebelumnya sempat turun di kisaran Rp 37 ribu-Rp 38 ribu per papan. ”Beli 10 butir aja sudah Rp 15 ribu. Harga telur ayam memang rata-rata naik di sejumlah pasar,” ungkapnya.

Tidak hanya komoditas ayam segar dan telur yang berangsur naik, harga cabai juga masih tinggi. Di Pasar Botania 1, cabai rawit hijau dijual Rp 60 ribu per kg. Begitu juga cabai merah keriting dibandrol Rp 60 ribu per kg.

Asni, pedagang sayur mayur mengatakan harga cabai naik Rp 10 ribu per kg dibanding pekan lalu. Namun, kata dia, meski tinggi tapi ketersediaan cabai terpenuhi karena saat ini stok memang banyak.

”Iya cabai naik lagi. Biasanya Rp 50 ribu per kg untuk cabai merah keriting, sekarang Rp 60 ribu,” sebutnya.  Ditanya penyebab kenaikan harga cabai, Asni mengaku tidak tahu pasti. Sebab harga dari pemasok memang sudah tinggi.

”Ya kalau harga di Jodoh dengan di sini (Pasar Botania 1, red) jauhlah. Disitukan (Pasar Jodoh, red) untuk penjual grosiran,” imbuhnya. Begitu juga harga bawang merah dijual Rp 32 ribu per kg, atau naik Rp 4.000 dibanding sebelumnya.

Sedangkan harga bawang putih dijual Rp 35 ribu per kg, naik Rp 5.000 dibanding pekan lalu. Kondisi yang sama juga terjadi di Pasar Mitra Raya, dimana harga cabai merah dijual Rp 50 ribu – Rp 55 ribu per kg. Cabai rawit Rp 50 ribu per kg.

Sedangkan di pasar Tos 3000 Jodoh, harga cabai merah keriting dijual di atas Rp 44 ribu – Rp 48 ribu per kg. Begitu juga cabai rawit hijau di kisaran Rp 40 ribu – Rp 44 ribu per kg.

”Cabai setan agak mahal, Rp 55 ribu per kg. Stoknya juga terbatas. Jadi harga agak mahal,” ujar Ujang, pedagang di Tos 3000 Jodoh. Sementara itu, untuk harga bawang merah di Pasar Tos 3000 dijual Rp 27 ribu – Rp 28 ribu per kg, bawang putih Rp 25 ribu – Rp 29 ribu per kg.

Sedangkan daging ayam segar rata-rata dijual Rp 38 ribu – Rp 42 ribu per kg. Sementara daging sapi beku Rp 85 ribu – Rp 89 ribu per kg, daging sapi segar Rp 130 ribu – Rp 145 ribu per kg.

Daging Sapi dan Ayam Beku Sepi Peminat

Pasar murah Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Batam digelar di Taman Lestari Batuaji, kemarin (15/5/2019) diserbu pembeli. Hanya saja, untuk komoditas daging sapi dan ayam beku justru kurang diminati.

”Cabai, bawang, ikan, beras Bulog, minyak goreng, dan telur ayam masih jadi primadona. Sementara daging sapi dan ayam beku sepi peminat,” ungkap Kepala Bagian Perekonomian Zurniati, kemarin.

Ia merinci, harga komoditi di pasar murah, yakni bawang putih dijual Rp 25 ribu per kg, bawang merah Rp 25 ribu per kg, cabai merah asal Yogyakarta Rp 33 ribu per kg, sedangkan cabai merah Rp 40 ribu per kg, telur ayam Rp 38 ribu per papan.

”Kalau daging sapi beku Rp 75 ribu per kg dan ayam beku Rp 30 ribu per ekor. Tadi daging hanya laku sekitar 10 kg,” ucap dia. Menurutnya, daging sapi dan daging ayam biasa ramai diburu warga jelang dan awal Ramadan serta jelang Lebaran mendatang.

Ia menyampaikan, pada saat tersebut distributor daging sampai diikutsertakan dua distributor. ”Biasanya itupun gak cukup. Satu distributor bawa setengah ton, sebentar saja habis,” imbuh mantan Camat Sekupang ini.

Sejatinya, menjelang Lebaran hampir semua komoditas diminati, kecuali di hinterland seperti di Galang. ”Kecamatan Sekupang, distributor (untuk daging) kita bawa, ludes semua. Sagulung dan Batuaji dua distributor,” ucapnya.

Pasar murah akan berlangsung selama 13 hari dengan melibatkan sedikitnya 17 distributor. Zurniati mengatakan dengan partisipasi para distributor itu, komoditas pangan yang dijual semakin lengkap. ”Masing-masing punya stan sendiri. Kurma hingga kue Lebaran pun ada,” terangnya.(azis, Adian, yashinta)

Loading...