I

batampos.co.id – Dua bule asal Bungaria, KZI, 24 dan GZI, 25 dilaporkan ke Polsek Nusa Penida, Kota Bali, karena diduga melakukan percobaan pembobolan kartu ATM dengan modus skimming melalui anjungan tunai mandiri (ATM) BRI di Kampung Toyapakeh.

Ahmad Fahrozi, 24, warga Kampung Toyapakeh memergoki keduanya saat sedang memasang kabel pada mesin ATM, sempat diiming-imingi uang tutup mulut.

Namun Ahmad menolak dan melaporkan kedua orang asing itu ke Polsek Nusa Penida Selasa (14/5/2019) sekitar pukul 01.30 WITA.


Berdasar informasi yang berhasil dihimpun, Ahmad dan rekannya, Sahabudin, 31 warga Kampung Toyapakeh sudah tiga hari mengamati gerak-gerik lima wisatawan dari kantornya yang lokasinya 10 meter dari ATM BRI Kampung Toyapakeh.

Gerak-gerik ke lima wisatawan cukup mencurigakan seolah-olah akan menaruh sesuatu pada mesin ATM tersebut.

Pada Senin (13/5/2019) sekitar pukul 23.40 WITA, Ahmad dan Sahabudin melihat mesin ATM BRI tersebut mati seketika.

Keduanya lantas mendekati ATM tersebut dan mendapati kedua terlapor sedang memasang kabel pada mesin ATM. Melihat aksinya ketahuan, kedua terlapor mencoba mengiming-imingi keduanya uang tutup mulut.

Kapolres Klungkung, AKBP I Komang Sudana, membenarkan peristiwa tersebut dan saat pihaknya masih didalami kasus tersebut.

Begitu juga dengan alat bukti, masih dikumpulkan mengingat kasus ITE merupakan kasus yang spesifik. “Karena mereka ini belum melakukan, masih percobaan,” tandasnya.

Setelah dilakukan penyelidikan, unsur pasal yang diterapkan hanya masuk ke percobaan. “Dan diakui semua oleh terlapor. Mereka baru mau mencoba sudah langsung ditangkap sama masyarakat.

Jadi ancaman hukumannya rendah sehingga tidak bisa ditahan. Dan kami minta mereka (terlapor) tinggal di sekitar Klungkung dulu,” terangnya.(jpc)

Loading...