batampos.co.id – Persoalan limbah B3 yang sudah berlangsung berbulan-bulan benar-benar menemui jalan buntu. Di sisi lain, inkonsistensi pemerintah terkait problem ini akan membuat daya saing Batam benar-benar ambruk.

“Banyak kawasan industri yang mengeluh bahwa tempat penampungan sementara (TPS) sudah penuh. Perusahaan limbah sudah tak mau angkat lagi,” ujar Ketua Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri, OK Simatupang, Selasa (14/5).

HKI mengaku sudah gerah dengan persoalan ini. Momen-momen promosi investasi yang sudah banyak dilakukan akan menjadi sia-sia jika persoalan ini tak kunjung diselesaikan.


“Perusahaan tiap hari hasilkan limbah. Bagaimana jadinya. Saya sudah sampaikan ini ke BP dan juga Walikota agar diprioritaskan masalah ini. Kami benar-benar resah,” ungkapnya.

Sementara di tempat lain, pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengadakan rapat dengan sejumlah instansi terkait seperti Pemko Batam, BP Batam dan Bea Cukai Batam. Namun, masih belum menghasilkan solusi apa-apa.

Kepala Kantor Pelayanan Umum (KPU) Tipe B Bea dan Cukai Batam, Susila Brata mengatakan rapat tersebut belum mendapat kesimpulan apa-apa.

“Masih sekadar pembahasan,” ucapnya singkat.

F. KITK untuk Batam Pos
LIMBAH B3 menumpuk di tempat penyimpanan sementara di Kawasan Industri Terpadu Kabil (KITK) Batam, Selasa (30/4).

Memang dalam hal ini, Bea Cukai tidak bisa berbuat banyak karena mereka juga masih menunggu izin dari KLHK agar limbah B3 bisa dibawa keluar dari Batam menuju Jawa untuk diolah.

Sedangkan Kepala Kantor Pengelolaan Air dan Limbah BP Batam, Binsar Tambunan mengatakan bahwa pihaknya juga tak memiliki kewenangan soal ini. Maka upaya yang dilakukan adalah dengan mengkoordinir stakeholder terkait agar segera menyelesaikan persoalan ini.

“Batam ini sebenarnya sudah bisa mengelola hampir setengahnya limbah B3. Setengahnya lagi dikirim ke Jawa untuk diolah,” katanya.

Persoalan ini membuat ia pusing. Makanya sebagai jangka panjang, BP akan memperluas KPLI BP Batam di Kabil agar lebih banyak lagi limbah B3 yang bisa diolah.

“Kalau bisa semua limbah dikirim ke investor pengolahan. Supaya tak ada transpor lagi, karena itu juga yang bikin mahal. Makanya kami butuh mengembangkan KPLI sebagai tempat penampungan limbah agar lebih luas lagi,” ucapnya. (leo)

Loading...