batampos.co.id – PMA-PMA asing yang sebelumnya akan mulai beroperasi setelah lebaran. Dua diantaranya adalah Maruho Hatsugyo dari Jepang dan Simatelex dari Hong Kong yang sudah menyelesaikan renovasi pabriknya di kawasan industri Batamindo.

“Maruho dan Simatelex sudah masukkan barang modalnya. Mereka mulai setting mesin yang sudah dipasang sebagian. Setelah itu akan mulai beroperasi,” kata Manager General Affair Batamindo, Tjaw Hoeing, Selasa (14/5/2019).

Maruho dan Simatelex juga sudah menyelesaikan perekrutan manajemen atas. Sehingga dalam waktu dekat akan merekrut pekerja, kemungkinan usai lebaran.

“Sedangkan Samyuung dari Korea dan Pegatron dari Taiwan masih proses renovasi pabrik,” ungkapnya.

Maruho bergerak di bidang usaha industri barng dari kawat. Nilai investasinya Rp 23,4 miliar dan merekrut 22 orang tenaga kerja.

Lalu ada PT Simatelex Manufactory Batam yang berasal dari Hongkong. Perusahaan ini bergerak di bidang industri peralatan listrik rumah tangga. Nilai investasinya Rp 45 miliar dan akan merekrut 80 orang tenaga kerja.

Berikutnya, yakni PT Sammyung Precision Batam dari Korea. Perusahaan ini bergerak di bidang industri semikonduktor dan komponen elektronik. Nilai investasi sebesar Rp 63 miliar dan akan merekrut 80 orang tenaga kerja.

Dan terakhir ada PT Pegatron Technology Indonesia dari Taiwan. Perusahaan ini bergerak di bidang industri komputer, barang elektronik dan optik. Nilai investasi Rp 500 miliar dan akan merekrut 1.000 tenaga kerja. Ketiga perusahaan yang disebut di awal ini buka di Kawasan Industri Batamindo.

Tjaw menuturkan imbas perang dagang Amerika dan Tiongkok yang semakin intens harus dimanfaatkan dengan sebaik mungkin. Apalagi pertumbuhan ekonomi Kepri ternyata menurun ke angka 4,76 persen di triwulan kedua yang sebelumnya berada di atas lima persen pada akhir 2019.

Senada dengan Tjaw, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam, Rafki Rasyid mengatakan bahwa meskipun perekonomian Kepri turun pada awal 2019, tapi angkanya jauh lebih baik dari awal 2018. 4,76 dibanding 4,51 persen.

“Artinya tanda-tanda ekonomi akan membaik tahun ini sudah mulai terlihat. Tinggal bagaimana pemerintah bisa mendorongnya lebih kencang lagi melalui stimulus fiskal.

“Investasi juga terus digenjot agar tumbuh lebih cepat lagi. Perang dagang Amerika dan Tiongkok yang semakin memanas bisa dimanfaatkan untuk menarik lebih banyak lagi investor asing datang ke Batam,” ucapnya. (leo)