batampos.co.id – Kawasan Bukit Abdullah, Kelurahan Sungai Jodoh, Kecamatan Batu Ampar, Batam menyimpan jejak sejarah akan penyebaran islam di sekitar wilayah ini. Jejak tersebut berupa lima buah makam yang terletak persis di dekat Masjid Al-Mardhatillah di kawasan tersebut.

Sebelum digusur dan dipindahkan pada 2016 lalu, makam-makam ini banyak dikunjungi oleh orang-orang dari berbagai daerah. Tidak hanya dari Indonesia, tetapi juga dari negara tetangga Malaysia dan Singapura. Meskipun saat ini makam dan masjid sudah dipindahkan di tempat berbeda, orang-orang yang ingin berkunjung ke makam-makam tersebut tetap ada.



“Anaknya Presiden Soekarno (Guruh Soekarno Putra) sempat datang ke sini, mau berziarah ke makam,” kata Rusli Alor, Pengurus Masjid Al-Mardhatillah yang kembali dibangun tidak jauh dari bekas lokasi awal makam-makam tersebut, ketika ditemui belum lama ini.

Rusli melanjutkan, meskipun masjid Al-Mardhatillah kembali dibangun tidak jauh dari lokasi awalnya, tidak demikian dengan kelima makam penyebar agama islam yang diketahui berasal dari Makassar ini.

Rusli Alor (kanan), menunjukan jejak makam tua di Sungai jodoh yang saat ini telah dipindahkan. Foto: Bobi / batampos.co.id

Makam-makam tersebut dipindahkan di kawasan makam di Kelurahan Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batu Ampar. Meskipun demikian, Rusli yang mengetahui secara pasti letak makam-makam ini sebelum digusur, seringkali menunjukan kepada pendatang yang ingin mendatangi jejak makam-makam tersebut.

Ia menjelaskan, makam ini terdiri dari satu makam utama berukuran cukup besar dan berada di lokasi yang lebih tinggi dari empat makam lainnya. “Empat makam lain itu di bawahnya, tidak sebesar yang pertama itu,” kata Rusli lagi.

Terkait dengan riwayat makam ini sendiri, Rusli mengaku tidak mengetahui secara pasti, dari informasi yang ia ketahui makam-makam ini adalah orang-orang berilmu yang menyebarkan agama islam. Orang-orang dari Makasaar yang sejak dulu memang terkenal dengan kemampuan mereka bertualang melalui jalur laut.

Selain itu, Rusli juga menjelaskan bahwa orang-orang ini juga memiliki kesaktian mumpuni sehingga mereka bisa bertahan dan menjadikan kawasan Sungai Jodoh ini sebagai salah satu basis islam di masa lalu.

“Ada salah satu makam yang sakti, itu panglimanya. Konon dia tidak mempan dibakar, sangat sakti,” kata Rusli lagi.

Meskipun telah digusur, Rusli mengaku bekas makam tersebut tetap memiliki auranya tersendiri. Yang itu terkadang ia rasakan ketika berada di Masjid ini. Ia menjelaskan, hal itu tidak hanya dirasakan oleh dirinya sendiri, pengurus masjid lain juga turut merasakannya, dimana tidak ada yang berani tidur sendiri di masjid berwarna hijau tersebut.

Hal lainnya, masjid ini seolah terjaga dari hal-hal buruk, seperti pencurian dan sebagainya. Memang sebelumnya ada kasus pencurian di masjid ini, akan tetapi sang pelaku tertangkap ketika kembali beraksi di masjid ini lagi.

“Pencuri itu seperti dibutakan, mereka sudah sekali mencuri, pasti kembali lagi ke sini, sudah tiga orang yang seperti itu,” kata Rusli lagi.(bbi)

Loading...