Selasa, 14 April 2026

Server Lelet, Orangtua Cemas Anaknya Tidak Bisa Sekolah

Berita Terkait

batampos.co.id – Sistem pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online atau daring yang diterapkan Dinas Pendidikan (Disdik) Batam sulit diakses atau lelet. Hal ini membuat ratusan berkas siswa terkendala untuk diunggah ke sistem PPDB.

Ketua PPDB SMPN 3 Batam, Ami, mengatakan, memang ada kekhawatiran ratusan pendaftar tidak masuk di sistem karena operator kesulitan mengunggah data siswa. “Dari 400 pendaftar, baru puluhan yang bisa diunggah karena sistemnya lelet,” kata dia, Jumat (17/5/2019).

Ia menjelaskan, untuk proses ukur jarak tidak ada kendala. Namun, ketika operator harus memasukkan data pendaftar, sistem menjadi lambat. “Beberapa kali gagal juga. Tapi operator terus berupaya untuk menginput. Kadang sore, bahkan sudah dicoba malam hari juga,” sebutnya.

Orangtua calon siswa mendaftarkan anaknya di SMPN 47 Batam di Sekupang, Jumat (17/5/2019). Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Ami berharap di sisa waktu pendaftaran, sistem online bisa berfungsi dengan baik. Sebab, sekolah harus meranking siswa yang diterima berdasarkan jarak. Sejauh ini, berdasarkan perhitungan jarak menggunakan Google Maps, jarak paling jauh itu sekitar tiga kilometer dan paling dekat 100 meter.

“Kalau tidak bagus juga tentu harus manual. Namun demikian, kami tetap berharap sistem bisa bekerja cepat agar PPDB berjalan dengan lancar,” harapnya. Hal yang sama terajadi di SMPN 47, Marina. Server PPDB down sejak, Kamis (16/5/2019). Server tidak stabil sehingga memakan waktu bisa sampai satu jam hanya untuk memasukkan data satu peserta.

Hal ini dikeluhkan salah seorang orangtua calon siswa, Anita. “Lambat kali prosesnya. Padahal banyak yang antre. Bisa satu jam hanya untuk satu orang saja. Sudah mau tiga jam saya nunggu di sini tapi belum juga dapat giliran,” katanya.

Kendala itu ternyata juga dikeluhkan panitia. Selain menyita waktu, panitia juga kerap menerima komplain dari pendaftar. “Kadang bisa hang total. Untung ini masih bisa jalan walaupun lola (loading lama). Kemarin malah sempat berhenti total hampir dua jam. Kerjaan jadi lanjut sampai sore jadinya,” ujar seorang panitia PPDB di loket input data.

Ketua panitia PPDB SMPN 47, Jazin, mengakui adanya kendala teknis tersebut. Namun, dia memastikan proses input data tetap berjalan sampai tuntas hingga 30 peserta per harinya.

“Tetap terlayani cuma mungkin agak lambat. Sehari kita batasi 30 peserta sesuai nomor urut yang sudah didapat sebelumnya,” ujar Jazin. Kepala Disdik Batam Hendri Arulan mengatakan, karena sistem online menyebabkan server kurang mampu bekerja maksimal.

Hal itu dikarenakan banyaknya data yang masuk. Untuk itu, pihaknya berencana menambah kekuatan server jika sekolah masih kesulitan untuk menginput data pendaftar. “Kami lihat dulu. Kan waktu pendaftaran masih panjang. Jika masih lelet, tidak tertutup kemungkinan kami akan tambah server,” ujarnya.

Hendri mengungkapkan, karena waktu input yang bersamaan jadi sistem mengalami sedikit kendala. Untuk itu ia menyarankan kepada operator untuk bisa menginput sore atau malam hari.

“Kalau pagi atau siang mung-kin masih padat data yang masuk. Kami minta operator bisa input sepulang taraweh. Mungkin sistem bisa bekerja lebih cepat dan tidak lelet,” terangnya.

Hal ini bisa menjadi solusi bagi sekolah yang saat ini capaian input datanya masih rendah. “Kalau pagi semua sekolah online. Jadi sekolah bisa ambil jalan alternatif yaitu sore atau malam,” jelasnya.

Kata dia, sistem hanya lelet tidak sampai down. Hal itu menurutnya, tidak menjadi masalah. “Karena input data tidak harus saat pendaftaran. Jadi, masih ada waktu untuk menye-lesaikan input data ini,” ungkapnya.(yui/eja)

Update