Sri saat mendapat kunjungan dari tim MSR-ACT di rumahnya, beberapa waktu lalu.

batampos.co.id – Ramadan kali ini merupakan Ramadan ketiga bagi Sri Rismawati, 42, dengan kondisi kesehatan yang kurang baik. Tiga tahun lalu, Sri divonis mengidap dispagia saraf 16. Ibu lima anak ini mengandalkan selang yang masuk ke dalam hidung sebagai alat bertahan hidup.

Tim Mobile Social Rescue (MSR) Aksi Cepat Tanggap (ACT) Kepri Intan Komalasari mengatakan, Sri juga mengidap myastheria gravis.

”Penyakit ini merupakan gangguan saraf dan otot menelan, sehingga memungkinkan penderitanya tak dapat menelan cairan atau makanan apapun yang ada di mulutnya,” ujar Intan, Jumat (17/5/2019).

Sejak Januari 2019 lalu hingga sekarang, Global Zakat-ACT melalui program MSR terus melakukan pendampingan medis. Saat tim MSR-ACT kembali menyambangi kediaman Sri yang ada di rumah susun Buana Indah 2, Sagulung, selain untuk melakukan kontrol rutin kondisi kesehatan Sri, tim MSR juga membawa paket pangan Ramadan.

”Paket ini berisikan susu khusus untuk Sri dan kebutuhan pokok lain untuk keluarga,” terangnya.

Intan menjelaskan, selama ini, Sri hanya dapat mengonsumsi air mineral steril serta susu khusus. Semua itu dimasukkan ke tubuh Sri melalui selang yang terpasang di hidungnya hingga lambung. Selang itu juga yang secara rutin, sekali dalam dua pekan harus diganti untuk menjaga kebersihan.

”Kalau selang kotor atau berjamur sedikit saja dapat berpengaruh pada menurunnya kondisi kesehatan Sri,” papar Intan.

Keadaan ekonomi yang masih dalam tahap prasejahtera membuat pengobatan Sri tak dapat dilakukan secara maksimal. Bahkan untuk kebutuhan susu dan penggantian selang saja terasa berat.

”Suami Sri, Ridwan, hanya bekerja serabutan. Tak ada peng-hasilan tetap,” lanjutnya.

Hal itu juga yang memaksa empat dari lima anak Sri tak merasakan bangku sekolah hingga tamat. Hingga kini, pendampingan terhadap keluarga Sri terus berjalan. (\nji)