batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam mendata titik banjir di Kota Batam. Hal ini diutarakan┬áKasubdit Pembangunan Jalan, Jembatan dan Transportasi Massal BP (BP) Batam, Boy Zasmita.

Menurutnya, pendataan dilakukan guna mempercepat proses perbaikan infrastruktur. “Di musim penghujan ini, kerusakan jalan yang ditandai dengan bannyaknya lubang, biasanya akan muncul dalam jumlah cukup signifikan secara bersamaan,” katanya, Senin (20/5/2019).

Kata Boy, jika perbaikan tidak segera dilakukan ruas jalan akan semakin rusak. Terlebih lagi ruas jalan tersebut dilintasi truk-truk dengan ukuran besar.

Pengendara sepeda motor dan mobil menerobos banjir di Jalan Raya Sagulung, depan Kampung Seibimti, Tanjunguncang, Batuaji belum lama ini. Foto: Dalil Harahap/batam pos.co.id

“Kalau lebih dari empat jam tergenang air, aspal bisa rusak,” katannya. Boy menjelaskan perbaikan ada yang dikerjakan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Batam, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri, dan Kementerian PUPR.

“Untuk teknis di lapangan sendiri, sudah ada pembagian dalam kerja sama yang dilakukan antar instansi,” jelasnya.

 

namun, hingga saat ini pihaknya belum mengetahui berapa jumlah titik banjir yang tersebar di Batam. Lebih jauh, BP juga terus melakukan pengawasan terhadap infrastruktur yang memang membutuhkan perbaikan.

Salah satunya jembatan penyeberangan orang (JPO) di kawasan Tiban Kampung, Sekupang.

“Tim dari BP telah melakukan pengecekan terhadap kondisi terkini JPO, hasilnya memang diperlukan perbaikan,” paparnya.

Tetapi lanjutnya, kondisi jembatan saat ini masih berada di angka lebih dari 90 persen. Dalam artian masih bisa digunakan untuk masyarakat.

“Tim kami sekali seminggu datang ke sana, kita harapkan dukungan masyarakat untuk tidak membuang sampah di sekitar situ. Kita akan lakukan perawatan untuk tahun ini, tahun depan kita rencanakan penggantian,” pungkasnya.(bbi)

Loading...