batampos.co.id – Untuk ibu-ibu, pernah mengalami anemia?

Kaum hawa lebih berpontensi terserang anemia dibanding pria.

Dokter klinik umum RS Awal Bros (RSAB) Batam, dr.Avita Marthacagani mengatakan, anemia bersumber dari kondisi dimana seseorang tidak memiliki sel-sel darah merah atau hemoglobin (hb) yang cukup. Hemoglobin adalah bagian utama dari sel darah merah yang berfungsi untuk mengikat oksigen.

Dokter kelahiran Serang, 1993 itu menyebutkan, kadar hemoglobin dalam darah manusia berbeda-beda sesuai kategori kelamin dan usia. Pada bayi yang baru lahir kadar hemoglobinnya adalah 17 sampai 22 gram per desiliter (g/dl), pada anak-anak 11 sampai 13 g/dl, pria dewasa 14 sampai 18 g/dl dan wanita dewasa 12 sampai 16 g/dl.

”Jika nilai hb seseorang kurang dari nilai tersebut, maka seseorang dapat dikatakan mengalami anemia,” tegas Avita.

Anemia ini juga disebut sebagai kelainan darah. Sasaran utamanya wanita, anak-anak, dan orang yang menderita penyakit kronis ataupun lansia. Terhadap wanita, anemia sering terjadi saat hamil. Karena, bagi calon ibu yang sedang mengandung sering me­rasa lelah dan lesu ka­rena energinya terserap oleh dua orang sekaligus, yaitu ibu dan janin.

dr avita marthacagani

”Gejala anemia bagi wanita hamil ataupun tidak hamil tetap sama. Sama-sama pucat, cepat lelah, pusing, jantung berdebar-debar, imun menurun, pandangan kunang-kunang,” ucap dokter lulusan FK Universitas Indonesia ini.

Secara umum, 50 persen kejadian anemia karena ku­rangnya asupan zat besi. Namun, penyebab lainnya juga didukung beberapa faktor yang umum terjadi dalam keseharian.

Di antaranya karena

  • menstruasi,
  • melahirkan,
  • operasi,
  • mimisan,
  • ambeien,
  • kurang nutrisi,
  • kurang protein hewani,
  • diet ketat,
  • mengonsumsi alkohol,
  • bahkan bisa disebabkan karena donor darah.

”Dari penyebab yang sederhana ini, menimbulkan anemia yang dapat berkolaborasi dengan penyakit lainnya hingga menimbulkan keadaan fatal bagi tubuh manusia,” tuturnya.

Namun, Avita yang bergabung di RSAB Batam sejak 2017 itu mengaku, anemia bukanlah sebuah penyakit melainkan sebuah gejala yang dapat dicegah.

”Anemia sebuah gejala yang menimbulkan penyakit sesuai keadaan yang diderita seseorang. Penyakitnya itu seperti talasemia dan anemia defisiensi besi,” sebut Avita.

Dengan penanganan yang tepat, beragam jenis anemia dapat diatasi. Ia menambahkan, penentuan penanganan anemia diambil berdasarkan penyebab yang mendasari anemia tersebut. Misalnya, ketika kadar hemoglobin kurang 7 g/dl, maka dokter akan menyarankan untuk dilakukan transfusi.

”Karena penyebab terbanyak dari anemia adalah kekurangan zat besi, maka sangat disarankan untuk mengonsumsi banyak makanan mengandung tinggi zat besi yang bisa didapatkan dari daging merah dan sayuran hijau,” ungkapnya.

Avita memberikan tips terhindar anemia :
– memilih makanan kaya zat besi
– mengkonsumsi makanan protein hewani
– memilih makanan kaya vitamin C
– mengkonsumsi susu yang tidak berdekatan saat mengkonsumsi sumber zat besi
– tidak mengkonsumsi teh dan kopi berlebihan.
(nji)