batampos.co.id – Proyek pembangunan jalan layang Simpang Kabil Kota Batam, menjadi prioritas pembangunan Batam pada 2020 mendatang. Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Yumasnur, mengatakan, rencana tersebut sudah diajukan dalam musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) tingkat nasional.

Yumasnur berharap, rencana tersebut akan direstui oleh pemerintah pusat. Menurutnya, dengan adanya jalan layang di Simpang Kabil dapat menjadi solusi untuk mengurai kemacetan yang terjadi di persimpangan tersebut.

“Bukan hanya kita saja, dari Kementerian PU juga memprioritaskan pembangunan ini,” kata Yumasnur ketika ditemui di Batam Centre, pada Kamis (23/5) siang.

Kendaraan lancar tanpa hambatan macet saat melintas di Jalan Layang Simpang Jam, Lubukbaja. Sebelum dibuat jalan layang, simpang ini selalu macet panjang di jam-jam sibuk. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Setiap sore dan pagi harinya, kata Yumasnur lagi, lokasi Simpang Kabil ini dipadati kendaraan. Tumpukan kendaraan sering kali terlihat mengular, khususnya saat jam-jam sibuk.

Karena itu, Yumasnur berharap pada 2020 mendatang pembangunan jalan layang itu bisa langsung dikerjakan. Sehingga dalam beberapa tahun ke depan kondisi infrastruktur Batam sudah maksimalm dan mampu mengimbangi peningkatan jumlah kendaraan yang terus terjadi.

Terkait dengan besaran anggaran untuk pembangunan jalan itu, Yumasnur memperkirakan akan menelan biaya sebesar Rp 380 miliar sampai Rp 400 miliar.

Angka ini jauh lebih tinggi dari biaya pembangunan jembatan layang Laluan Madani di Simpang Jam, yang telah rampung dan menelan biaya sebesar Rp 200 miliar.(bbi)