batampos.co.id – Rumah Sakit Badan Pengusahaan (BP) Batam menandatangani fakta kerja sama dengan dClinic Internasional di Gedung RSBP Batam, Kamis (22/5/2019). Kerja sama ini terkait penerapan integrasi data pasien berbasis online terpadu di RSBP Batam.

Direktur RSBP Batam, Sigit Riyanto, mengatakan, integrasi data di RSBP Batam mirip dengan sistem perizinan investasi terpadu satu pintu, Online Single Submission (OSS). Namun di RSBP Batam lebih kepada OSS versi layanan kesehatan dan disebut dengan sistem Block Chain.

Loading...

“dClinic menggunakan salah satu ruangan dan sumber daya manusia (SDM) di RSBP Batam untuk melakukan instalasi dan transfer teknologi layanan data terpadu,” katanya.

Kepala BP Batam Edy Putra Irawady menandatangani fakta kerjasama dengan dClinic International di RSBP Batam. Foto: Rifki/batampos.co.id

Ruangan itu lanjutnya, akan menjadi pusat data bagi sistem Block Chain. “Instalasi ini butuh waktu penyelesaian sekitar tiga bulan, baru kemudian bisa diterapkan,” ujar Sigit.

Sigit mengatakan, integrasi data ini bersifat real time dan satu data pasien untuk seluruh rumah sakit di Batam. Tidak hanya itu, data pasien di rumah sakit luar negeri akan ikut terintegrasi.

Menurutnya, penerapan teknologi ini terjadi karena dahulu pihak rumah sakit sering kesulitan mencari data berupa catatan medis pasien dari rumah sakit yang lainnya.

“Tentunya data disimpan di masing-masing rumah sakit sehingga sering kesulitan untuk mengecek catatan medis pasien,” katanya.

Dengan sistem Block Chain, maka catatan medis pasien berupa penyakit, obat, dokter yang menangani dan prosesnya bisa segera diketahui karena sudah direkam di sistem tersebut.

“Dengan cara itu, kerja kami jadi lebih mudah. Dan dengan data centre, maka semua sistem informasi akan tersimpan. Semakin cepat semakin mobile,” harapnya.(leo)

Loading...