batampos.co.id – Untuk meningkatkan kewaspadaan cuaca buruk di perairan Batam, Kapolsek Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan (KPPP), AKP Syaiful Badawi mengimbau pihak pengelola jasa transportasi laut untuk berhati-hati dalam pelayaran.

”Kami sudah berkoordinasi dengan transportasi laut antarpulau tujuan Dumai, Tanjungpinang dan Karimun dari seluruh pelabuhan agar meningkatkan kewaspadaan,” ujarnya.

Selain itu, kata Badawi, dalam mewaspadai datangnya cuaca buruk seperti gelombang tinggi yang seketika saja bisa terjadi, pihaknya tetap mengacu pada imbauan yang dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Batam yang setiap harinya selalu memperbarui kondisi cuaca.

”Kita meminta kepada pengelola transportasi laut, untuk memperhatikan dan mengindahkan setiap imbauan yang dikeluarkan BMKG. Jika BMKG melarang, lebih baik jangan berangkat dulu,” katanya.

Kendati demikian, hingga kini arus transportasi laut dari beberapa pelabuhan di Batam masih berlangsung lancar dan kondusif. Namun, jika sewaktu-waktu cuaca berubah dan jarak pandang semakin minim, maka pihaknya meminta kepada pengelola jasa transportasi laut melakukan penundaan keberangkatan.

”Kita akan terus imbau kepada pengelola jasa transportasi laut untuk lebih mengutamakan keselamatan penumpang dengan memperhatikan life jacket dan alat keselamatan lainnya. Termasuk kapasitas penumpang,” tuturnya.

Tak hanya itu, Badawi juga mengimbau bagi nakhoda kapal, jika di tengah perjalanan terjadi cuaca buruk, maka disarankan untuk menempuh jalur yang aman atau putar haluan ke pelabuhan keberangkatan. Hal itu dilakukan demi menjaga keselamatan penumpang hingga sampai ke daerah tujuan.

”Kami sudah berkoordinasi dengan pengelola transportasi laut. Jika di tengah perjalanan mengalami kondisi cuaca buruk, maka disarankan untuk cari jalur yang aman dengan berlindung di belakang pulau,” imbuhnya.Hujan deras yang disertai angin membuat jarak padang pelayaran kapal di PDS menurun. Hal ini disampaikan Kepala Syahbandar Sekupang, Parsaoran Samosir, Rabu (22/5).

”Jarak pandang di bawah 100 meter dan kalau dinilai tidak memungkinkan, akan kami tunda demi keselamatan penumpang,” kata dia.Ia menjelaskan, hujan deras dan disertai angin tentu harus diwaspadai. Untuk siang kemarin, kebetulan kapal berangkat pukul 12.30 WIB dengan tujuan Tanjungbalai, Karimun.

”Memang ada beberapa kapal yang berangkat siang ini. Kami lihat kondisi dulu. Kalau memang harus ditunda ya tidak masalah kalau cuaca memburuk,” ungkapnya.

Parsaoran menambahkan, pihaknya selalu meningkatkan komunikasi dengan kapten kapal terkait cuaca. Baik saat keberangkatan maupun kedatangan melalui PDS.

”Tadi juga nakhoda kapal kontak terus menanyakan kondisi cuaca di Batam. Ya kami pantau terus. Intinya selalu berkomunikasi karena demi keselamatan penumpang juga,” ujarnya.

Memasuki musim hujan, sambungnya, arus pelayaran memang lebih diwaspadai jika dibandingkan cuaca normal. Kendati demikian calon penumpang kapal tidak usah khawatir sebab jalannya pelayaran juga melihat kondisi cuaca.

”Hujannya cepat, jadi arus pelayaran kalau pun ditunda itu tidak akan terlalu lama,” imbuhnya.

Hal serupa juga disampaikan Ketua DPC INSA Batam, Asmadi. Menurutnya, operator kapal yang akan berangkat harus mendapatkan persetujuan dari Syahbandar.

”Kalau cuaca tidak bagus pasti ditunda,” sebutnya.Namun sejauh ini belum ada penundaan yang dilakukan akibat cuaca tidak bagus. Hujan yang turun kebetulan tidak ada pelayaran.

”Seperti tadi (kemarin) siang hujan dan jarak pandang berkurang namun waktu keberangkatan juga belum jalan,” lanjutnya

Sementara itu, hujan deras yang disertai angin membuat jarak pandang menurun di PDS.

Beberapa penumpang juga terlihat tengah menunggu waktu kedatangan di PDS. (gie)