SERAYA bergurau, Wali Ko­ta Batam HM Rudi pernah mengatakan, dia akan me­ngajak awak media (pers) adu balap dengannya, nan­ti setelah ruas jalan dari sim­pang terowongan Pelita hing­ga BNI selesai dilebarkan.

“Kita balapan, karena jalannya (nanti) sudah lebar. Lima lajur!” seru Rudi, dalam sebuah pertemuan de­ngan pimpinan media, dua tahun lalu, di sebuah rumah makan di Batam.

Begitulah antusiasme peraih anugerah The Best Wali Kota 2019 itu menyampaikan harapannya seputar pembenahan infrastruktur jalan yang sudah tiga tahun gencar dilakukannya. Kini, memasuki usia ketiga kepemimpinannya, beberapa ruas jalan di Kota Batam memang terlihat berubah.

Di Batam Timur, di sekitar Jodoh, Nagoya, Pelita, tak sulit ditemui jalan yang lebar dan nyaman dilalui. Kawasan tanah longsor, arah Batuampar dekat Planet Hotel, misalnya, berubah sangat jauh.

Bagi yang jarang melewati jalan itu, ketika kembali melewatinya dari arah Nagoya Plasa, akan merasa takjub. Jalannya lebar dan dipasang separator cukup lebar. Sebelumnya, jalan ini gelap, sempit, dan hanya dua jalur (masing-masing satu lajur) tanpa separator. Rawan kecelakaan.

Lihat juga di ruas Pelita, dari terowongan hingga ke perempatan kawasan bisnis Nagoya-Jodoh. Jalan yang dulunya juga sempit dan menikung, kini lebih lega. Sebuah hotel dan apartemen di kawasan itu tentu saja kebagian dampak positif akibat pelebaran jalan.

Demikian pula kawasan industri Satnusa, yang tak jauh dari situ, seperti mendapat anugerah. Bukan saja jalanan di sekitar pintu masuk pabrik telah dilebarkan, di pintu keluarnya pun menuju Lubukbaja, pun sudah lebar dan mulus. Performance perusahaan yang sudah melantai di Bursa Efek itu tentu terkerek karena akses makin baik.

Tak kalah penting, di Jodoh, dekat pertigaan Allium Hotel menuju lampu merah McD, sudah selesai dibangun jembatan untuk sebuah parit besar. Ini sebagai pemisah jalan sekaligus pengatur drainase di Sei Jodoh. Di Batam Timur ini, yang tersisa dan belum dibangun memang jalan lingkar memutar hingga ke Tiban.

Tepatnya, jalan lingkar di tepi laut dari samping Pacific Palace ke arah Sekupang. Tentu saja yang terakhir ini tidak mudah, karena nilai proyeknya akan sangat besar. APBD tak akan sanggup menopangnya. Kabarnya, Rudi sedang berjuang mendapatkan APBN untuk proyek jalan yang digadang-gadang akan menjadi lanskap baru bagi Batam ini.

Bergeser ke kawasan Batam Center, ruas jalan di sekitar Masjid Raya pun sudah dilebarkan setahun terakhir. Memang, proyek ini belum selesai. Terusannya dari Simpang Franky hingga ke Simpang Kabil belum sepenuhnya beres. Baru ruas sekitar perempatan Pollux Habibie yang sudah lebih nyaman. Lebih lebar.

Sehingga, empat tower proyek tersebut sudah terpacak gagah dilihat dari jalan tersebut. Demikian pula ruas ke arah Gelael melewati kantor AL, sekolah HU, sudah dilebarkan, namun belum selesai pengaspalan. Ini agak mengganggu karena banyak “lubang jebakan” akibat kerusakan jalan lama. Tahun ini kabarnya akan dirapikan dan diaspal.

Sambil menyelesaikan beberapa ruas jalan di kawasan Timur, termasuk yang agak fenomenal setelah melebarkan ruas jalan dari simpang kuda ke Bengkong, Pemko Batam juga berencana membenahi jalan di bagian Barat. Rudi mengatakan, pembenahan jalan pada 2019, di antaranya pelebaran jalan di Kecamatan Sekupang, Sagulung, dan Batuaji.
Jalan lain yang akan diperlebar pada 2019, yakni di depan Kantor Camat Batuaji, lalu dari simpang Kabil ke Panbil Mall di Mukakuning, kemudian Sei Beduk, dan dari Citra Batam ke Yos Sudarso. Rudi berharap, warga yang memiliki bangunan di sepanjang ruas pelebaran jalan tersebut untuk membongkar sendiri bangunannya. Hal ini sama seperti yang dilakukannya di Batam Timur dulu.

“Yang mengeluarkan izin (mendirikan bangunan), koordinasi dengan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, ruas jalan mana saja yang akan dibangun tahun 2019. Seluruh ROW jalan tidak boleh ada izin satu pun yang dikeluarkan, baik permanen ataupun sementara. Termasuk camat dan lurah. Baik di mainland maupun hinterland,” tegasnya, seperti diberitakan media.

Rencana lain, Batam kini juga mengincar flyover kedua, setelah sebelumnya di Simpang Jam. Flyover di Simpang Kabil ini, yang menggunakan APBN, kelak dalam jangka panjang akan menjadi akses ke rencana 25 KM jalan tol yang juga akan dibangun menggunakan dana APBN.

Baru 10 Persen

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BM-SDA) Kota Batam Yumasnur mengatakan, pelebaran jalan masih mendominasi proyek pembangunan infrastruktur di Kota Batam. Ini memang visi Rudi – Amsakar yang dimulai sejak tahun pertama mereka memerintah. Namun tak bisa dipungkiri, dominasi Rudi dalam berbagai perencanaan di Batam terlihat begitu menonjol. Ini tentu memudahkan dia dan bawahannya mengeksekusi setiap kebijakan.

Ruas jalan dari Simpang Kepri Mall menuju Simpang Masjid Agung Batam Center juga disiapkan. Ini akan melanjutkan sesi sebelumnya, dari simpang Pollux ke Graha Pena (Batam Pos). Ruas jalan ini pun saat ini terlihat begitu lega dan luas. Ada info, nanti di ruas Masjid Raya ke arah Franky akan ditata lebih cantik, menyesuaikan dengan rencana renovasi Masjid Raya yang juga akan dimulai tahun ini. Sementara Masjid Raya Sultan Riayat Syah (Masjid Raya II) di Sagulung, sudah hampir rampung. Bentuknya pun megah.

Dalam sebuah acara penghijauan, di sekitar Palm Spring, beberapa waktu lalu, Rudi menyebutkan, kerja keras membenahi jalan yang dilakukan Pemko Batam, diakuinya baru 10 persen dari rencana. Saya kebetulan hadir di acara itu.

“Sisa pemerintahan saya tidak lama lagi. Tinggal satu tahun lebih kurang. Saya berharap nanti progress pembenahan jalan di Batam bisa mencapai 20 persen atau syukur bisa 30 persen di akhir jabatan. Namun, dalam bayangan saya, nanti di tahun 2025, semua pembenahan dan pelebaran jalan di sini akan selesai. Ini penting untuk menunjang bergeraknya ekonomi Batam dari sektor pariwisata. Orang akan nyaman datang ke sini karena jalannya lebar dan bagus,” ucap Rudi.

Hmm… Okelah. Tapi, apakah tantangan Wako Rudi yang mengajak adu balap dengan insan pers di “sirkuit” dari underpass Pelita menuju lampu merah BNI sudah bisa digeber? Sayangnya belum, karena pembenahan jalan itu sendiri belum rampung.

Meskipun sudah dikeroyok APBD Batam dan APBD Kepri, nampaknya tahun ini baru akan menyelesaikan pedesteriannya. Pengaspalan mulus, nampaknya masih akan menunggu satu tahun anggaran lagi. Tapi, daripada adu balap yang risikonya bisa tak terduga, bukankah lebih baik jalan bersisian sambil menikmati sore mengintai sunset ke arah Telukbelian, Pak Wali? Ahaay...(*)