batampos.co.id – Mengantisipasi kelangkaan gas elpiji 3 kilogram (kg) menjelang Hari Raya Idulfitri 1440 Hijriah, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pangkalan di wilayah Kecamatan Sagulung dan Batuaji, Rabu (22/05) sore.

Unit Manager Communication & CSR MOR I Roby Hervindo mengatakan, sidak tersebut dilakukan di tiga agen elpiji, yaitu PT Sarana Jaya Nusa, PT Makmur Kasih Kurnia, serta PT Dian Kerosene Pratama. Dari hasil sidak tersebut, tidak ditemukan adanya kelangkaan.

”Meski untuk Kecamatan Sagulung dan Batuaji sempat terjadi keterlambatan pengiriman elpiji ke pangkalan pada Selasa (21/5) pagi, namun pasokan elpiji sudah terdistribusi ke pangkalan pada sore hari,” ujarnya.

Sejak awal Mei 2019, lebih dari 138.000 tabung elpiji 3 kg telah disalurkan di dua kecamatan tersebut. Jumlah ini meningkat 1,2 persen dibandingkan de-ngan penyaluran normal.

Gas elpiji tiga kilogram langka di kawasan Sagulung dan Batuaji. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Sementara itu, Junior Sales Executive Pertamina William Handoko menjelaskan bahwa pihaknya kembali menambah penyaluran elpiji 3 kg.

”Kami kembali menambah penyaluran elpiji di luar alokasi normal sebanyak 1.680 tabung di dua kecamatan tersebut (Sagulung dan Batuaji, red),” jelasnya.

William mengatakan, Pertamina menyalurkan elpiji 3 kg rata-rata 171.890 tabung per bulan ke Kecamatan Sagulung dan Batuaji. Untuk itu, stok elpiji 3 kg dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan warga.

”Ada 175 pangkalan dengan 2 agen di Sagulung dan 154 pangkalan dengan 1 agen di Batuaji,” sebutnya.

Pada sidak tersebut, juga diinstruksikan kepada seluruh pangkalan untuk menjual elpiji 3 kg sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah. Yaitu seharga Rp 18.000 untuk wilayah Kota Batam. Ia pun menegaskan pangkalan yang melakukan pelanggaran akan dikenakan sanksi.

”Melalui sidak ini, diharapkan penyaluran elpiji 3 kg menjadi lebih tepat sasaran. Pengawasan juga dilakukan untuk mengendalikan pembelian lebih dari dua tabung. Pertamina telah melakukan pembinaan kepada seluruh pangkalan terkait hal ini,” tutupnya. (une)