batampos.co.id – Dua pekan jelang Lebaran Idulfitri, harga sayur hijau di pasaran kembali naik. Pantauan Batam Pos di beberapa pasar, harga sayur hijau seperti kangkung, bayam dan sawi dijual Rp 15 ribu per kilogram (kg), padahal biasanya dijual Rp 8 ribu per kg.

”Baru naik lagi,” ujar Rahman, salah seorang penjual sayur di Pasar Botania 1 Batam Center, Kamis (23/5/2019). Dia mengatakan, kenaikan harga sayur disebabkan curah hujan yang intens terjadi beberapa minggu belakangan ini.

Imbasnya, petani sayur banyak yang gagal panen lantaran sayuran banyak yang rusak. ”Sayur yang masuk juga sedikit, makanya harga langsung naik,” katanya. Tak hanya itu, komoditas lain seperti cabai merah dan cabai rawit masih tinggi.

Curah hujan yang tinggi mengakibatkan para petani sayuran hijau gagal panen. Akibatnya harga sayuran tersebut melonjak tajam. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Rahman merinci harga cabai merah masih dijual Rp 45 ribu per kg sedangkan cabai rawit dijual Rp 55 ribu per kg. Demikian juga dengan harga bawang putih yang dijual Rp 32 ribu per kg dari harga sebelumnya Rp 27 ribu pe kg. ”Harga tomat, bawang merah, mentimun, kentang dan wortel masih stabil,” ucapnya.

Hal yang sama juga dikatakan Saiful penjual sayur lainnya. ”Sayur sudah dua hari ini naik. Petani gagal panen jadinya harga sayur tinggi,” katanya.

Harga Daging Sapi Beku dan Ayam Potong Berangsur Turun

Sementara itu harga ayam segar dan daging sapi beku justru mengalami penurunan. Dorman, penjual ayam potong mengatakan harga ayam kini dijual Rp 34 ribu per kg.

”Sudah turun. Sebelumnya kan dijual Rp 42 ribu per kg, sedangkan daging sapi beku dijual Rp 84 ribu per kg,” sebutnya. Penurunan harga ayam juga diikuti pasokan yang cukup. Ia pun berharap harga ayam tetap normal hingga H-2 Lebaran Idulfitri.

”Kalau bisa harganya kembali normal Rp 32 ribu per kg,” katanya. Di pasar basah Aviari, Batuaji, harga sayur bayam per kg mencapai Rp 18 ribu. Padahal, harga sebelumnya hanya sekitar Rp 14 ribu per kg. Sementara untuk harga Kangkung Rp 16 ribu per kg, sebelumnya hanya sekitar Rp 13 ribu per kg.

Harga ayam potong turun dari Rp 42 ribu per kilogra, kini menjadi Rp 34 ribu per kilogram. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

”Bayam ini naik sudah naik sejak beberapa hari lalu. Kami juga belinya mahal, bukan karena Lebaran, makanya harga kami naikkan. Katanya pasokannya kurang,” kata Ronal, pedagang sayur di Aviari.

Harga sayur sawi juga naik sekitar Rp 5 ribu per kg. Jika sebelumnya hanya sekitar Rp 15 ribu per kg, kini sudah mencapai Rp 20 ribu per kg. ”Mungkin sampai Lebaran akan tetap mahal. Karena setiap Lebaran biasanya memang seperti itu,” katanya.

Anggota komsi II DPRD Kota Batam, Mulia Rindo, meminta pengawasan dari Disperindag. Menurutnya, Disperindag harus punya tim dan turun tiap hari ke pasar untuk mengecek dan mengontrol harga di pasaran.

”Setiap tahun selalu seperti ini. Sayuran, daging dan kebutuhan lainnya selalu mahal. Ini harus ada kontrol dari pemerintah. Jangan melakukan sidak hanya sekali atau dua kali saja. Kalau perlu diawasi tiap hari,” katanya.

Biaya Kargo Mahal

Tim Satgas Pangan Kepri melakukan sidak untuk mengecek harga bahan pokok di Pasar Aviari dan Tanjungpiayu, Kamis (23/5/2019). Dari sidak tersebut, terpantau harga cabai melambung tinggi, namun harga ayam mulai berangsur turun.

Ketua Satgas Pangan Kepri sekaligus Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kepri Kombes Rustam Mansur mengaku selain dua item bahan pokok itu, semua komoditas rata-rata harganya normal.

”Pantauan kami di dua pasar itu, cabai harganya sangat mahal. Namun, ayam turun,” katanya, Kamis (23/5). Ia mengatakan, penyebab tingginya harga cabai ini disebabkan tingginya biaya kargo. Cabai yang kebanyakan datang dari luar Kepri seperti Yogyakarta dan Mataram, biaya kargo per kilogramnya di kisaran Rp 27 ribu.

”Sehingga faktor inilah yang membuat harga cabai tinggi,” ujarnya. Apakah akan ada tindakan dari satgas pangan Kepri? Rustam mengaku tidak bisa berbuat banyak, terkait permasalahan biaya kargo.

Ia mengatakan pengaturan biaya kargo merupakan wewenang dari pemerintahan pusat. ”Kami hanya bisa menyampaikan melalui surat saja, menyatakan bahwa dampak mahalnya harga kargo membuat harga cabai Kepri mahal,” ungkapnya.

Sementara itu harga ayam, sebut Rustam, rata-rata turun sebesar Rp 5 ribu. Semula harga ayam di kisaran Rp 40 ribu per kg. Namun kini, harga ayam dijual Rp 35 ribu per kg. ”Ada beberapa faktor penyebab turunnya harga ayam ini. Salah satunya pakan ayam yang juga turun harganya,” ucapnya.

Harga bahan pokok lainnya seperti telur, beras, bawang putih dan bawang merah, cenderung stabil. Tak ada lonjakan harga. ”Beras kami tanya ke Bulog juga aman stoknya. Suplai beberapa bahan pokok juga aman dan lancar,” tuturnya.

Rustam meminta ke seluruh pengusaha untuk tidak bermain-main dengan harga bahan pokok. Karena, satgas pangan akan memantau disparitas harga. Selain itu, iamengimbau ke distributor agar tidak menimbun barang kebutuhan pokok.

Satgas Pangan, kata Rustam, akan melakukan pengecekan secara berkala ketersediaan pangan bersama dengan instansi terkait. ”Tim Satgas Pangan akan menindak tegas apabila ada memainkan harga,” pungkasnya.(une,ian,eja,ska)