batampos.co.id – Kecelakaan maut kembali terjadi di jalan Diponegoro, Seitemiang. Misna, wanita yang mengendarai sepeda motor Mio J BP 5262 IC tewas mengenaskan setelah tabrakan dengan mobil Kijang Inova BP 1394 JG, di tikungan maut sebelum TPU Seitemiang, Jumat (24/5/2019) sekitar pukul 12.30 WIB.

Informasi yang didapat, kecelakaan maut ini terjadi saat arus lalulintas di jalan satu jalur dua lajur ini tengah padat. Korban yang mengendarai sepeda motor tengah melaju dari arah Batuaji ke Sekupang.

Saat tiba di lokasi kejadian korban mencoba mendahului mobil lain sehingga berpapasan dengan mobil Kijang Inova dari arah berlawanan. Tabrakan tak terelakan. Misna terpental bersama sepeda motornya.


“Wajahnya berlumuran darah. Kayaknya ada yang patah tulang kaki dan tangan. Mau nyalib mobil dia tapi malah tabrakan,” ujar Harianto, pengendara lain yang menyaksikan kecelakaan maut tersebut.

Rambu peringatan terpasang di Jalan Diponegoro yang menghubungkan Kecamatan Skeupang dan Batuaji, Kota Batam. Hari ini seorang pengendara sepeda motor meninggal dunia akibat tabrakan dengan mobil di lokasi tersebut. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Kecelakaan ini juga menyebabkan kemacetan panjang. Dari Batuaji macet mulai terjadi dari simpang TPU Seitemiang. Sementara dari Sekupang mulai dari tempat wisata hutan Matakucing. Arus lalulintas bergerak lambat karena tak ada jalur alternatif lain.

Kemacetan baru bisa terurai setelah satlantas Polresta Barelang mengevakuasi korban dan kendaraan yang terlibat tabrakan tadi.

Kecelakaan ini membuat pengguna jalan kembali angkat suara. Mereka berharap agar proyek jalan dua jalur yang sedang dikerjakan segera dirampungkan.

“Tak muat lagi jalan satu jalur ini. Terlalu padat kendaraan. Sudah seharusnya dua jalur. Rawan betul jadinya jalan ini,” ujar Narko, seorang pengendara.

Pantauan di lapangan, selain masih menggunakan satu jalur, jalan yang menghubungkan wilayah Batuaji dan Sekupang itu dalam kondisi rusak. Lubang dan gelombang menghiasi hampir seluruh ruas jalan.

Aktifitas kendaraan jadi terhambat karena harus ekstra hati-hati untuk menghindari gelombang atau lubang diatas bahu jalan.

Sementara proyek peningkatan jalan dua jalur dari Pemerintah Pusat masih sebatas pembukaan akase jalan baru untuk jalur Batuaji-Sekupang. Pembukaan jalan baru ini berjalan lambat sebab harus membela perbukitan yang ada.

Tidak itu saja pekerjaan juga harus dibarengi dengan pembangunan drainase pelintas sehingga memakan waktu. Pembukaan akses jalan baru ini sudah sampai di TPU Seitemiang dari Sekupang.(eja)

Loading...