batampos.co.id – Jelang arus mudik lebaran, berbagai persiapan sudah dilakukan operator kapal yang melayani penumpang di Pelabuhan Domestik Sekupang (PDS).

Kepala Cabang, Dumai Line Batam, Budi mengatakan persiapan sudah berjalan 90 persen dan tinggal menunggu waktu keberangkatan arus mudik.

Untuk armada saat ini yang beroperasi ada 11 kapal dengan berbagai tujuan seperti Buton, Dumai, Selatpanjang, Bengkalis dan pulau yang berdekatan dengan Batam seperti Tanjungbalai, Karimun.


“Sekarang kami ada tambahan satu armada baru yaitu Dumai Line 9. Ini rencananya akan diuji coba dalam minggu ini,” ujarnya.

Penambahan armada ini merupakan salah satu antisipasi lonjakan penumpang jelang mudik nanti. Armada ini berkapasitas 361 penumpang dan melayani tujuan Bengkalis dan Dumai.

Selain Dumai Line 9 sebelumnya sudah ada Dumai ekpres 1,15, 16 dan 19. Dumai Line 1,2,3,5,8, dan 9 dan lainnya. Setiap kapal ada dua kapal yang berangkat untuk melayani penumpang.

Setiap kegiatan persiapan sudah pengecekan kondisi mesin kapal atau perawatan tahunan. Untuk alat keselamatan penumpang juga sudah disediakan. Pengecekan berkala rutin dilakukan untuk jelang mudik ini.

“Karena untuk mengantongi sertifikat semua kelengkapan kapal harus jelas. Salah satunya alat keselamatan penumpang. Kalau ada yang sudah tidak bagus kondisinya pasti kami ganti,” terangnya.

Untuk keberangkatan 31 Mei mendatang masing-masing rute sudah disiapkan dua kapal. Penambahan bisa saja dilakukan jika terjadi lonjakan permintaan tiket mudik oleh penumpang.

“Masih ada kurang lebih waktu satu minggu lagi untuk persiapan akhir jelang arus mudik,” imbuhnya.

Sementara itu, Humas Dumai Line Batam, Asmadi menambahkan puncak arus mudik diperkirakan mulai terjadi 28 Mei mendatang. Karena sudah masuk waktu libur sekolah dan pekerja mulai cuti.

“Puncaknya mungkin 31 Mei. Karena sudah masuk cuti bersama PNS. Jadi yang mudik pasti sangat banyak sekali menggunakan angkutan laut. Hal ini karena ada faktor mahalnya tiket maskapai udara,” tambahnya.

Jalur pelayaran Sekupang bisa dikatakan salah satu jalur alternatif. Mereka yang tidak kebagian tiket mudik melalui Pelni juga bisa melewati Dumai dan melanjutkan perjalanan melalui darat, begitu juga dengan tujuan Padang.

“Perkiraan lonjakan penumpang bisa mencapai 15-20 persen. Nanti setiap hari ada laporan keberangkatan juga. Dari situ kami bisa lihat berapa besar peningkatan arus mudik,” ujarnya.

Mengenai bawaan calon penumpang, pihaknya memang tidak ada memberikan batasan. Seperti biasanya penumpang paling membawa oleh-oleh saja. “Paling mereka bawa kue dan minuman saja. Saya rasa itu tidak ada masalah selagi kapasitas di kapal masih ada,” tutupnya.

Sementara itu di loket penjualan tiket sudah terpasang informasi harga tiket kapal dengan berbagai tujuan. Untuk Batam tujuan Bengkalis di jual Rp 300 ribu, Dumai Rp 400 ribu, Buton Rp 320 ribu dan Selatpanjang Rp 120 ribu untuk satu kali jalan. (yui)

Loading...