batampos.co.id – Pengenaan pembebasan cukai rokok dan alkohol tidak akan berdampak pada dunia usaha, khususnya sektor pariwisata. Di sisi lain, kebijakan tersebut dianggap dapat mengurangi garis kemiskinan dan meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat di Kota Batam.
“Pengenaan cukai ke rokok dan alkohol ke turis. Apa iya ada. Dampaknya tak besar. Memang yang tadinya bisa minum murah dan merokok murah, tak bisa dilakukan lagi. Tapi tidak semua turis merokok dan minum,” kata Kepala BP Batam, Edy Putra Irawadi, Sabtu (25/5).
Menurutnya, hal itu justru dapat mengurangi konsumsi di kalangan masyarakat masyarakat menengah ke bawah dan bukan sebagai penghambat dunia usaha. Sementara untuk dunia pariwisata lanjutnya dapat diberikan insentif.

“Bisa saja pungutan pajak tontotan, retribusinya dikurangi sehingga tempat-tempat tersebut bisa bersaing. Daripada bicara cukai, pajak-pajak daerah itu perlu karena untuk mendukung pariwisata juga,” ujarnya.
BP Batam kata Edy. juga bertanggungjawab terhadap tingkat kesehatan masyarakat di Batam. Selama ini, konsumsi rokok sangat berlebihan karena pembebasan cukai tersebut.
Padahal daripada rokok dan alkohol, masih banyak barang konsumsi yang dibutuhkan oleh masyarakat Batam.
“Ada barang-barang konsumsi yang dibutuhkan secara luas seperti beras, baju, minyak goreng itu kita butuh. Apa alkohol kita butuh juga, kan tidak,” tanyanya.
Terpisah, Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri, Fadjar Madjardi, mengatakan pengenaan cukai terhadap rokok dan mikol tidak akan berdampak signifikan bagi ekonomi Kepri.
“Kalau di minuman, keistimewaan untuk menikmati kemurahan minuman akan berkurang. Cuma itu kan bukan tujuan utaam. Karena pas masuk kafe, minuman berapapun harganya pasti dibeli. Dampaknya tak begitu besar,” jelasnya.
Di sisi lain, cukai untuk rokok dianggap dapat mengurangi garis kemiskinan. Pasalnya barang konsumsi terbesar kedua yang dibeli oleh orang dengan tingkat pendapatannya dibawah rata-rata adalah rokok setelah beras.
“Rokok ini tergantung tingkat pendapatan disini ada di level yang mana. Barang-barang pokok yang dibeli oleh semua penduduk miskin apa saja. Paling besar itu beras, dan kedua rokok. Orang miskin itu konsumsi rokoknya tinggi. Jadi ini pengaruhnya ke mereka,” tegansya.
Dengan kata lain, imbas pengenaan cukai akan berdampak pada harga rokok yang semakin mahal. Orang miskin bisa saja menunda membeli rokok dan menggunakannya untuk membeli barang konsumsi yang tentunya jauh lebih berguna daripada rokok.(leo)
