batampos.co.id – Pertumbuhan ekonomi Kepri pada triwulan kedua 2019 diperkirakan akan menguat pada kisaran 4,9 hingga 5,3 persen. Pemicunya adalah perbaikan kinerja konsumsi rumah tanga dan investasi dari sisi pengeluaran. Dari sisi lapangan usaha, konstruksi dan perdagangan akan mendorong pertumbuhan ekonomi Kepri.
“Peningkatan konsumsi RT pada Bulan Ramadhan dan Lebaran akan mendorong kinerja sektor perdagangan. Berdasarkan survey kegiatan dunia usaha (SKDU), saldo bersih tertimbang (SBT) pada triwulan kedua diperkirakan sebesar 3,09, lebih tinggi dibandingkan triwulan lalu, -1,33,” kata Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri, Fadjar Madjardi, Kamis (24/5) di Hotel Radison.
Dari sisi konstruksi, SBT sektor bangunan pada triwulan kedua tercatat sebesar 0,61, lebih tinggi dibandingkan periode lalu sebesar -1,61.

“Ini terjadi karena perbaikan kinerja realisasi belanja modal pemerintah, dimana proyek pemerintah tahun ini antara lain pembangunan Pelabuhan Tanjung Mocoh dan Pelabuhan Laut Subi, jalan dan jembatan, Bandar Udara Dabo Singkep dan Embung,” tuturnya.
Sedangkan dari sisi investasi, realisasi proyek pemerintah dan swasta diperkirakan mulai terealisasi di triwulan kedua 2019.
“Potensi investasi swasta khususnya dalam sektor industri pengolahan akan meningkat sebagai dampak perang dagang Amerika dan Tiongkok,” ucapnya lagi.
Dan terakhir dari segi konsumsi rumah tangga, dimana akan terjadi peningkatan permintaan selama Bulan Ramadhan dan Lebaran serta pembayaran THR yang mendorong inflasi bahan makanan. (leo)
