Tingginya ketergantungan masyarakat dewasa ini terhadap media sosial membuat beragam keluhan dan ketidakpuasan meluncur ketika jaringan medsos seperti whatsapp, FB dan twitter melambat pekan lalu.

“Banyak yang mengeluh ketika tidak bisa mengakses WA group ataupun mengupload status di FB. Padahal down-nya jalur medsos itu bisa menjadi berkah dan momentum instrospeksi bagi kita dalam berkomunikasi,” demikian disampaikan Arcandra Tahar saat memberikan tausiyah pada pengajian ba’da dhuha di musholla Al Ikhlas Puri Bintaro seperti di kutip dari laman facebooknya, arcandratahar, Senin (27/5/2019).

Wamen ESDM itu menuturkan, setiap muslim harus selalu melakukan amar makruf nahi mungkar di sepanjang kehidupannya. Amar makruf yang paling dekat yang bisa dilakukan adalah menata hati dan mengelola informasi dengan baik.

“Di jaman now, informasi beredar begitu cepat tanpa batas. Menjangkau jutaan orang dengan berbagai latarbelakang dan situasi psikologis yang juga beragam,” tuturnya.

Menurut pemilik 5 paten dibidanv migas ini, selama medsos down banyak hal positif yang kita alami.

“Ternyata kita tidak perlu cemas, khawatir ataupun panik berlebihan seperti halnya jika jalur whattsap, FB, twitter dan sebagainya beredar bebas. Dan ini terjadi karena informasi yang kita terima lebih teratur dan sumbernya juga terbatas,” katanya.

Islam, lanjut pria yang akrab di panggil Pak AT ini, sejak hadir 14 abad lalu telah menjadikan informasi sebagai aspek penting hubungan muslim dan muslim lainnya. Dalam sebuah hadist, dari Abi Musa radhiyallaahu anhu, “mereka bertanya, ‘Ya Rasulullah, bagaimanakah Islam yang paling utama?’ Rasulullah menjawab: ‘Seorang muslim yang menyelamatkan kaum muslimin dari lisan dan tangannya.’

“Lisan dan tangan. Dua hal ini adalah sumber dari berbagai masalah dewasa ini, terutama tangan. Dengan dua jari, setiap orang kini bisa menciptakan pertentangan, fitnah dan juga terputusnya silaturahmi,” imbuh pak AT.

Karena itu dalam tausiyahnya pak AT mengajak kepada masyarakat untuk selalu menggunakan etika dalam berkomunikasi di media sosial. Al Quran surat Al Hujurat ayat 12 juga telah memberikan pedoman.

Pertama, dalam berkomunikasi kita harus menjauhi prasangka (dzon), karena sebagian besar dzon itu dosa. Jika kita ingin berkomunikasi lewat whatsapp grupp, jauhi prasangka. Berpikir positif.

Kedua, jangan mencari-cari kesalahan orang. Setiap manusia pasti memiliki kelemahan. Tidak perlu mencari apalagi menyebarluaskan kesalahan orang melalui media sosial. Terlebih jika informasinya tidak bisa. dipertanggungjawabkan.

Ketiga, sesama manusia kita dilarang untuk ber-ghibah, menggunjing satu dengan yang lain. Tidak ada manfaat yang kita peroleh dengan ghibah. Itu hanya menciptakan perpecahan dan keburukan.

“Setiap muslim harus mampu menjadi contoh yang baik bagi umat yang lain dalam bermedia sosial. Dengan berpegang Al-Quran dan Hadist, Insyaa Allah kita akan selamat dan menjadi manusia Taqwa selepas Ramadhan,” tutupnya. (kun)