Kawasan industri Batamindo.
foto: batampos.co.id / dalil harahap

batampos.co.id – Terus memanasnya tensi perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan Tiongkok membawa dampak positif bagi pertumbuhan investasi di Batam. General Manager Batamindo Investment Cakrawala, Mook Soi Wah, menyebut banyak investasi baru yang masuk ke Batam akibat perang dagang kedua negara raksasa ekonomi dunia itu.

Bahkan Mook menyebut, saat ini pihaknya terus bersiap menyambut investasi asing yang akan masuk ke Kawasan Industri Batamindo. Di antaranya dengan menyiapkan lahan baru dengan merobohkan bangunan dormitori.

“Lahan masih banyak. Dormitori lama saya bongkar untuk bangun pabrik, masih dapat 100 hektare lagi,” kata Mook, Kamis (23/5/2019) lalu.

Dengan 100 hektare lahan baru itu, Mook mengkalkulasikan masih bisa membangun 250 pabrik lagi di kawasan industri Batamindo.

Saat ini, di Batamindo sudah ada empat investasi baru yang masuk akibat perang dangan AS-Tiongkok. Yakni

  1. MaruhoHatsugyo dari Jepang,
  2. Samyuung dari Korea,
  3. Simatelex dari Hongkong,
  4. Pegatron dari Taiwan.

Meskipun sedang memasuki masa transisi peralihan pimpinan, Badan Pengusahaan (BP) Batam tetap akan menjalankan program untuk mengawal investasi.

“Rencana investasi di 2019 inikan terdiri mengawal pelaksanaan komitmen rencana 20 bisnis penanam modal asing (PMA) dan PMDN yang sudah mendapatkan alokasi lahan,” kata Kasubdit Humas BP Batam, Muhammad Taofan.

Begitu juga dengan mengawal rencana Pegatron yang merupakan perusahaan elektronik Taiwan kedua terbesar setelah Foxcoon yang akan segera beroperasi di Batamindo bulan depan.

“Lalu rencana ekspansi produksi di Sat Nusapersada, dimana produksi HP Xiaomi naik dari 1 juta unit per bulan menjadi 2 juta dan pembangunan proyek properti Nuvasa Bay seluas 230 hektare,” ungkapnya.

(leo)