Minggu, 12 April 2026

2019, Pembangunan Batam Butuh Rp 10 Triliun

Berita Terkait

batampos.co.id – Jika merujuk pada hasil Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) dari tingkat kelurahan hingga Kota Batam, setidaknya Batam membutuhkan anggaran pembangunan sekitar Rp 10 triliun.

Hal ini disampaikan Sekretaris Kota (Sekda) Kota Batam yang juga ketua Tim Anggaran Pemko Batam, Jefridin. Kebutuhan ini, kata dia, sangat jauh dari kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Batam. Menyikapi keterbatasan ini, Pemko Batam menentukan skala prioritas.

“APBD kita tahun ini, hanya Rp 2,850 trilun. Maka, tentu kita ambil skala prioritas, termasuk pemenuhan tanggung jawab wajib daerah sesuai amanat Undang-undang,” katanya di Dataran Engkuputri Batam, Kamis (30/5/2019).

 

Lebih lanjut ia menerangkan, kewajiban tersebut yakni dana pendidikan tidak boleh kurang dari 20 persen, dana kesehatan tidak boleh kurang dari 5 persen. Serat kini priritas lain yakni pengembangan infrastruktur.

Salah satu sudut pembangunan Kota Batam. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

“Tiga hal ini, di antara, yang menjadi prioritas utama,” terangnya.

Soal infrastruktur, memang tidak semua dapat terkafer terutama ditenggarai oleh kekurangan anggaran, ia mencontohkan pembangunan Pasar Induk Jodoh yang kini anggarannya diajukan ke Kementrian Perdagangan. Pembangunan fisik pasar ini sendiri diprediksi membutuhkan anggaran Rp 200 miliar.

“Bangun (pasar induk) tidak bisa serta merta. Tapi kami mulai dari DEDnya tahun ini. DEDnya dari (pembiayaan) daerah, sementara fisik dari pusat. Kalau ada anggaran, mungkin fisiknya mulai dibangun tahun ini juga,” paparnya.

Namun demikian, ia menerangkan era Wali Kota Batam Muhammad Rudi infrastruktur terus dikembangkan, yakni jalan dan hingga pengembangan destinasi, tak terkecuali destinasi wisata religi yakni Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah di Batuaji.

“Jalan hingga ke perumahan, untuk PIK tahun ini Pemko Batam menggelontorkan dana Rp 1,3 miliar per kelurahan. Dan, bantuan pemerintah pusat sebesar Rp 350 juta perkelurahan, total Rp 1,650 miliar untuk kelurahan pada tahun ini,” terangnya.

Ia mengatakan, pengembangan infrastruktur ini, tak lepas dari program Pemko Batam untuk tingkatkan kunjungan wisata. Ia mengklaim, peningkatan kunjungan wisatwan terbukti meningkatsetelah infrastruktur ditingkatkan.

“Tahun lalu (2018) wisatawan mancanegara (wisman) datang 1,887 juta jauh meningkat dibanding tahun sebelumnya, yang domestik hampir 10 juta pada tahun tersebut,” katanya.

Tentu, lanjut dia keadaan ini membantu meningkatkan ekonomi Batam. Ia menerangkan, dari total APDB Kota Batam tahun 2019 yakni Rp 2,850 trilun, separuhnya merupakan sumbangsih Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata. “Orang nginap dan makan di Batam, sumabnsihnya besar sekali. Oleh karena itu pembangunan infrastruktur akan terus berlanjut, cita-cita wali kota, seluruh jalan utama akan dilebarkan dengan kualitas yang mumpuni, beliau turun langsung awasi,” pungkasnya. (*)

Update