batampos.co.id – Seiring program pelebaran jalan yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemko) Batam, papan-papan reklame yang berdiri di jalur proyek tersebut akan dibongkar.
”Pokoknya mana (papan reklame, red) yang menganggu proyek pemerintah kita bongkar. Jadi, ditumbangkan bukan digeser. Karena ini untuk kepentingan umum,” tegas Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Batam Firmansyah, Selasa (28/5/2019).
Ditanya titik-titik mana saja yang menjadi target dibongkar? Ia memastikan akan disesuaikan dengan titik proyek pengerjaan jalan. Hanya saja, mantan Asisten Pemerintahan Pemko Batam itu mengaku tidak tahu berapa banyak papan yang akan dibongkar.
”Pendataan belum, tapi mana yang terkena dampak langsung dibongkar,” ujarnya.
Tidak hanya itu, Firmansyah memastikan tidak hanya papan reklame konvensional, jika ada papan bunga yang persis di atas lahan yang akan dipakai untuk pelebaran jalan juga akan dibongkar. Pihaknya juga telah menyampaikan imbauan sebelum aktivitas pembongkaran dilakukan.
”Pokoknya yang terdampak pelebaran, akan ditumbangkan. Kami juga sudah sampaikan pemberitahuan bahwa akan ada pembongkaran (papan reklame, red),” papar dia.
Sedangkan Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM-SDA) Kota Batam Yumasnur memaparkan, sejumlah ruas jalan yang akan dilebarkan tahun ini, seperti Jalan Simpang Kabil-Masjid Agung. Jalan depan Edukits, Simpang Patung Kuda-Bengkong.
Lalu, jalan dari depan Polsek Lubukbaja-Simpang Baloi, simpang depan Polsek Lubukbaja-Simpang Apartemen Harmoni. Kemudian jalan dari Simpang Baloi-Simpang Kampung Nelayan.
Selain itu, sebut Yumasnur, ada juga proyek pelebaran jalan yang baru, seperti depan Sekolah Yos Sudarso ke simpang dekat Arsikon.
”Ini dulu yang kami lebarkan karena masih satu jalur. Kalau ke arah Sekolah Global kami akan lakukan bertahap. Titik lain yang baru, yakni dari Simpang KDA ke arah Jalan Sudirman,” sebutnya.
Yumasnur menambahkan, selain pelebaran, jalan juga akan dilengkapi pedestarian, drainase, dan juga taman. Secara umum jika merujuk pada tahun anggaran tentu pengerjaan fisik harus rampung Desember atau akhir tahun ini.
”Itu secara umum. Nanti kita lihat lagi per paket masa kontraknya berbeda-beda. Tapi kami berharap walau tahun anggaran hingga Desember, kami ingin November sudah rampung,” pungkasnya. (iza)
