batampos.co.id – Harga telur ayam yang terus merangkak naik membuat sebagian warga Kota Batam beralih membeli telur pecah. Alternatif tersebut dilakukan guna menekan biaya pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan Lebaran Idulfitri.

Cici, salah seorang pembeli di Pasar Fanindo, Batuaji, mengatakan, dirinya terpaksa membeli telur yang sudah pecah karena harga per papannya saat ini mencapai Rp 45 ribu.

“Telur pecah ada jual Rp 1.000 per butir makanya beli yang pecah saja, tapi masih bagus isinya,” ujarnya kepada batampos.co.id, Senin (3/6/2019).

Harga telur di Kota Batam terus mengalami kenaikan, saat ini per papan dibanderol Rp45 ribu. Mahalnya harga telur membuat beberapa masyarakat kota Batam membeli telur rusak atau pecah. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

 

Selain itu, guna menekan pengeluaran beberapa masyarakat Kota Batam lainnya memilih menganti lauk mereka dengan yang lebih murah. Seperti tahu dan tempe.

Pantauan di sejumlah pasar basah, hampir semua barang perlengkapan dapur naik di atas 10 persen dari harga normal. Telur ayam per papan dibanderol Rp 45 ribu per papan.

Padahal sepekan sebelumnya hanya Rp 39 ribu hingga Rp 40 ribu per papan. Begitu juga dengan daging sapi segar tembus diangka Rp 160 ribu per kilogram. Daging ayam juga naik menjadi Rp 37 ribu perkilogram. Padahal sehari sebelumnya, Minggu (3/6/2019) masih Rp 34 ribu perkilogram.

Selain itu harga cabai rawit saat ini Rp 60 ribu per kilogram. Insah pedagang cabai di Pasar Aviari, Batuaji, mengatakan, saat ini tidak ada masyarakat yang membeli cabai rawit per satu kilogram.

“Tak ada yang beli per kilo lagi. Orang warung pun mikir-mikir karena mahal cabai sekarang,” ujarnya.

Lonjakan harga kebutuhan pokok ini diprediksi akan terus berlanjut hingga hari raya Idulfitri nanti.(eja)