Rabu, 22 April 2026

Polisi Jamin Batam Aman

Berita Terkait

batampos.co.id – Tren kejahatan cenderung meningkat selama Ramadan hingga jelang Idulfitri. Aksi pencurian hingga penipuan via online terus mengintai. Pencurian di rumah yang ditinggal mudik pemiliknya rawan terjadi. Aparat kepolisian meminta warga Batam lebih waspada.
Catatan Batam Pos, dalam sebulan terakhir ini ada sederet aksi kriminal yang terjadi di wilayah Batuaji dan Sagulung. Pembobolan rumah, sekolah, bahkan rumah ibadah berulang kali terjadi di kawasan permukiman padat tersebut.

Aksi kriminal terakhir adalah pem­bobolan ruang praktik salah satu sekolah di Sagulung, sepekan lalu. Perlengkapan elektronik seperti laptop dan alat praktik sekolah lenyap digondol maling. Pelaku beraksi di malam hari sehingga lolos da­ri pengawasan pihak sekolah.

Dua pekan sebelumnya, pembobolan serupa juga terjadi di salah satu kafe di Batuaji. Sebanyak 20 botol miras yang dikemas dalam tiga kardus raib. Bram, satu dari dua pelaku pembobol berhasil dibekuk polisi.

Tak hanya itu, maling juga nekat membobol kotak infak di masjid. Ini terjadi di Masjid Baitul Hamdi di Perumahan Buana Impian, Tembesi, dua pekan yang lalu. Empat pelaku yang terekam kamera CCTv beraksi saat warga setempat sedang mempersiapkan menu sahur sekitar pukul 03.30 WIB.

Aksi pencurian juga terjadi di Masjid Al-Muhajir yang tak jauh Pelabuhan Rakyat Sagulung, Senin (13/5) lalu. Sepeda motor Honda Beat BP 2632 CG milik Thamrin, pekerja galangan kapal di Tanjunguncang, lenyap saat dia sedang menunaikan ibadah salat Zuhur di masjid.
Selain pencurian, penipuan via online juga banyak memakan korban selama bulan Ramadan ini.

Kasus pertama dalam catatan Batam Pos dialami Aldi, warga Tanjunguncang. Pria 47 tahun ini harus menelan pil pahit karena uang Rp 7 juta miliknya berpindah ke rekening orang yang tak dikenal setelah di-perdaya penelpon misterius, Sabtu (4/5) sore.

Apes ini bermula dari sebuah panggilan telepon yang masuk ke ponselnya. Penipu mengaku salah satu kenalan korban dan meminta bantuan korban untuk mengisikan pulsa sebesar Rp 1 juta ke dua nomor yang berbeda. Kepada korban, pelaku mengaku menemukan tas berisi sejumlah uang beserta perhiasan emas senilai belasan juta rupiah di salah satu SPBU di Batam.

Pelaku mengaku bisa membawa pulang tas berisi uang dan perhiasan tadi namun harus terlebih dahulu mengisi pulsa ke dua petugas SPBU yang mengetahui temuan tas tersebut.

“Katanya kalau lolos dari SPBU mau dibagi dua hasil temuan itu,” ujar Aldi.

Terhipnotis, Aldi mengaku tak curiga sama sekali jika itu aksi tipu-tipu si pelaku. Dia pun mengisi pulsa yang diminta pelaku ke dua nomor yang berbeda-beda dengan total Rp 1 juta.

Aparat kepolisian Polda Kepri saat Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Seligi 2019. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Merasa bisa diperdaya, pelaku lantas berdalih lagi bahwa saat dia akan keluar dari SPBU, pimpinan SPBU dan seorang anggota polisi menahannya karena mengetahui jika dia membawa pulang tas yang bukan miliknya. Untuk lolos dari pimpinan SPBU dan polisi tadi, pelaku meminta korban untuk transfer uang sebesar Rp 6 juta untuk pimpinan SPBU dan Polisi.

“Katanya polisi dan pimpinan SPBU minta masing-masing Rp 3 juta,” katanya.

Lagi-lagi permintaan pelaku dituruti korban. Selang sejam kemudian, pelaku kembali menghubunginya dan meminta lagi Rp 3 juta sebab ada anggota polisi lain yang mengetahui penemuan tas tersebut, namun permintaan ketiga ini membuat korban sadar bahwa dia sudah tertipu.

“Disitu baru saya sadar. Tapi posisi uang yang Rp 6 juta dan pulsa Rp 1 juta sudah saya kirim,” ujarnya.

Hal serupa juga dialami Venia, warga Batuaji lainnya. Remaja 16 tahun ini juga jadi korban penipuan jual-beli online. Dia tergiur dengan penjualan dua ponsel pintar merek ternama dengan harga hanya Rp 1,4 juta. Dia pun diperdaya. Uang ditransfer, namun ponsel yang dipesan tak pernah sampai ke tangannya.

Kapolsek Batuaji Kompol Syafruddin Dalimunthe dan Kapolsek Sagulung AKP Riyanto tak menampik tren aksi kejahatan meningkat selama Ramadan dan menjelang Hari Raya Idulfitri tahun ini. Ini sudah diprediksi sebab menjelang hari raya keagamaan tren aksi kejahatan biasanya meningkat.

Pihak kepolisian sudah berupaya maksimal untuk menekan aksi berbagai aksi aksi kejahatan, hanya saja belum bisa berjalan dengan baik karena kesadaran masya-rakat untuk menjaga keamanan diri dan lingkungan tempat tinggal masih minim.

Syafrudin Dalimunthe menyebutkan, aksi kejahatan yang marak terjadi umumnya karena adanya kesempatan. Pencurian sepeda motor, misalnya, biasanya dicuri karena tak dikunci ganda.

“Begitu juga rumah, sudah sering kali dihimbau untuk titip ke tetangga, RT, atau satpam saat pergi tapi tak diindahkan. Pulang kerja rumah sudah dibobol maling,” ujarnya saat ditemui di Batuaji, Rabu (25/5) lalu.

foto: batampos.co.id / cecep mulyana

Untuk tetap menjamin keamanan masyarakat selama ibadah puasa dan Idulfitri nanti, polisi di Batuaji dan Sagulung mengerahkan kekuatan penuh untuk melakukan pengawasan dan sosialisasi kamtibnas ke lingkungan masyarakat.

Seluruh anggota polsek dikerahkan untuk melakukan tugas pengamanan.

“Sekitar 40 anggota semua dikerahkan untuk pengamanan Idulfitri nanti. Tokoh masyarakat, da’i kamtibnas yang sudah kami bentuk, siskamling semuanya kami libatkan. Ini untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat saat hari raya nanti,” ujar Dalimunthe.

Kapolsek Sagulung AKP Riyanto menyebutkan, selain aksi kriminal, masyarakat juga perlu waspada berbagai peristiwa lainnya. Misalkan sebelum meninggalkan rumah untuk melakukan perjalanan mudik, warga perlu memeriksa keamanan rumah. Seperti mematikan listrik seluruh peralatan rumah tangga, mencabut gas masak, dan tidak menyimpan barang-barang berharga di rumah.

“Meminimalisir terjadinya kebakaran atau hal-hal yang tak diinginkan,” jelasnya.

Sementara jajaran Polresta Barelang menerjunkan ratusan personel untuk mengamankan perayaan Hari Raya Idulfitri. Mereka akan disebar ke beberapa titik di Kota Batam sebagai upaya pencegahan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) Kota Batam.

Kapolresta Barelang Kombes Hengki mengatakan, pihaknya menerjunkan seluruh personel Polresta Barelang dibantu oleh polsek jajaran dan instansi seperti TNI, Dinas Kesehatan, maupun instansi terkait lainnya melalui Operasi Ketupat Seligi 2019. Dimana, Operasi Ketupat Seligi ini rencananya digelar selama 11 hari ke depan.

“Operasi Ketupat Seligi 2019 sudah resmi kita buka dengan apel kesiapan personel yang akan bertugas dalam pengamanan arus mudik hingga arus balik mendatang,” ujarnya.

Dijelaskan Hengki, Operasi Ketupat Seligi bertujuan mengawal keamanan masyarakat yang akan melaksanakan mudik Lebaran Idulfitri maupun yang merayakan Hari Raya Idulfitri di Batam. Para personel akan disebar di berbagai titik seperti pusat perbelanjaan, pusat hiburan, maupun pusat keramaian seperti pelabuhan dan bandara.

“Kita mengharapkan zero accident selama Hari Raya Idulfitri,” katanya.

Hengki menyebutkan, dalam Operasi Ketupat Seligi 2019 ini, pihaknya membuat pos pengamanan di tiga lokasi dan pos pelayanan dan aduan masyarakat di empat lokasi.
Untuk Pos Pengamanan, didirikan di Mal Nagoya Hill, alun-alun Engku Puteri Batam Center dekat Mega Mall, serta di Jembatan I Barelang. Sementara untuk Pos Pelayanan berada di Pelabuhan Sekupang, Batuampar, Bandara Hang Nadim dan Pelabuhan Punggur.

“Di setiap pos akan disiagakan anggota selama 24 jam secara bergiliran. Pos yang kita tempatkan di lokasi yang menjadi pusat dari aktivitas mudik,” ujarnya.

Upaya-upaya lainnya yang dilakukan di antaranya menertibkan balap liar saat malam hari, merazia minuman alkohol, serta kegiatan-kegiatan lainnya yang bersifat mencegah terjadinya tindak kejahatan di lingkungan masyarakat.

“Kami ingin masyarakat dapat menikmati Ramadhan maupun Lebaran dengan aman dan nyaman,” tuturnya.

Hengki memastikan, Kota Batam masih dalam keadaan kondusif. Sejauh ini, pihaknya belum ada mendeteksi adanya potensi gangguan keamanan. Untuk itu, ia meminta kepada masayarakat untuk bersama-sama menjaga situasi Kota Batam ke depannya.

Sementara itu, Kapolsek Lubukbaja Kompol Yunita Stevani juga mengaku sejauh ini pihaknya belum ada mendeteksi potensi gangguan kemanan di wilayah Lubukbaja dan sekitarnya. Namun, ia tetap mengerahkan seluruh kekuatan personelnya dalam mengamankan wilayahnya dari gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Hampir setiap malam kami melakukan patroli ke daerah-daerah pasar dan keramaian lainnya untuk mengantisipasi kejahatan. Sejauh ini situasi dalam keadaan aman dan terkendali,” ujarnya.

Yunita mengaku, di wilayah tugasnya, kasus kejahatan pencurian masih mendominasi. Dari 206 laporan kasus kejahatan di wilayah Hukum Polsek Lubukbaja selama 2018 didominasi kasus pencurian. Baik itu laporan kasus pencurian biasa, pencurian kendaraan roda dua maupun pencurian kendaraan roda empat.

Untuk Pencurian biasa mejadi laporan yang paling banyak, yakni sebanyak 34 laporan. Sementara untuk pecurian kendaraan roda dua sebanyak 8 laporan dan pencurian kendaraan roda empat sebanyak 1 laporan.

“Untuk kasus pencurian itu kami menerima laporan sebanyak 43 laporan dari masyarakat. Dari laporan tersebut, 41 kasus sudah kita selesaikan. Termasuk dua kasus tahun 2017, yang berhasil kita ungkap di tahun 2018,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Kapolsek Batuampar AKP Reza Morandy Tarigan. Ia juga memerintahkan seluruh jajarannya melaksanakan operasi rutin ke sejumlah lokasi.

Patroli itu merupakan sebagai bentuk kegiatan preventif pencegahan terjadinya kejahatan di lingkungan masyarakat yang bertujuan untuk upaya mencegah tindak kriminalitas jalanan di lingkungan masyarakat serta meminimalisir tindak kejahatan. Terutama kejahatan jalanan.

“Jadi, untuk setiap malamnya itu, kami melaksanakan patroli mulai dari pukul 20.00 WIB sampai 06.00 WIB. Kami fokus pada malam hari karena pada jam itu rawan terjadinya aksi kejahatan jalanan,” tuturnya.

Antisipasi Kejahatan Konvensional
Sementara Polda Kepri mengantisipasi berbagai kejahatan konvensional menjelang Idulfitri 1440 H. Bebe-rapa jenis kejahatan konvensional yang diantisipasi tersebut yakni pencopetan, curanmor, begal, pencurian dengan hipnotis, kejahatan bocor ban, dan kejahatan lainnya.

Demi memberikan rasa aman dan nyaman ini, Polda Kepri mengerahkan sebanyak 1.350 personel gabungan yang terdiri dari 430 personel Polda Kepri, 242 personel Polresta dan Polres, serta sebanyak 768 personel dari instansi lainnya.

“Kami akan meningkatkan juga intensitas patroli jelang Lebaran ini. Sehingga dapat mencegah terjadi tindak kejahatan,” kata Kepala Biro Operasional Polda Kepri Kombes Yerry Oskag, Kamis (30/5).

Selama Lebaran, banyak masyarakat yang mudik ke kampung halaman. Tentunya rumah-rumah tersebut kosong ditinggal penghuninya. Keadaan ini cukup membuka peluang terjadi aksi pencurian.

Namun, menurut Yerry jajaranya telah mengantisipasi tindak kejahatan pencurian rumah-rumah kosong. Ia mengatakan telah meminta setiap pemilik rumah akan melaporkan ke RT atau RW setempat, apabila mereka mudik. Laporan dari ketua RT atau RW ini akan dilanjutkan ke Babikamtibmas yang tersebar di seluruh wilayah Batam, maupun Kepri. (eja/cha/ska/gie)

Update