Hore… Hore… Hore…

Ramadan berakhir, Idulfitri pun tiba. Ini adalah hari kemenangan untuk kita semua. Kita tutup lembaran lama, kita buka lembaran baru yang lebih fresh, dan semangat baru tentunya.

Tahun ini agak beda. Ramadan bersamaan dengan momentum pesta demokrasi. Setelah berbagai kejadian mewarnai, semua kembali bersatu di hari yang fitri. Kita eratkan lagi jalinan silaturahmi antarsesama anak bangsa.

Pemilu sudah lewat. Tidak ada lagi kubu ini dan itu. Perbedaan pilihan dan sikap politik adalah hal biasa bagi bangsa ini. Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda tapi tetap satu.
Satu bangsa, satu Tanah Air, satu bahasa. Indonesia.

Pada kesempatan ini pula, saya atas nama pribadi, keluarga, dan manajemen Batam Pos mengucapkan mohon maaf jika ada kesalahan, baik yang disengaja maupun tak disengaja.

“Taqobbalallahu minna waminkum. Minal ‘Aidin Walfaizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin”.
Tahun lalu saya Lebaran di Batam bersama keluarga tercinta. Namun, tahun ini beda. Karena saya harus mudik. Pulang kampung ke Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), tempat saya tumbuh dan besar. Tanggal 5 berangkat, tanggal 13 pulang.

Bicara soal pulang, memang terbentur tiket yang lumayan mahal. Bagi dunia usaha, hal ini sangat mengkhawatirkan. Khususnya pariwisata. Mes-kipun sudah ada tarif batas atas (TBA), tetap saja tidak wajar. Semoga setelah kejadian ini, tiket kembali normal. Jika tiket kembali normal, Batam makin sering dikunjungi. Ini sekaligus salah satu syarat agar Batam bisa rebound kembali.

Tidak ada salahnya jika kita menjadikan 1 Syawal 1440 Hijriah sebagai momentum kebangkitan. Momen untuk rebound bagi Batam. Kita berharap, ekonomi makin membaik. Sehingga Batam menjadi kota dengan pertumbuhan ekonomi terbaik di negeri ini.

Bagaimanapun caranya, Batam harus kokoh. Terletak di Serambi ASEAN, Batam adalah kota hub. Sebuah kota penghubung antara Indonesia dengan negara-negara tetangga. Berada di Selat Malaka yang merupakan jalur pelayaran terpadat di dunia, sudah seharusnya Batam unggul.

Semoga saja, pemerintah pusat segera melahirkan regulasi yang menguntungkan dunia usaha. Dengan demikian, harapan terbaik kita untuk Batam bisa tercapai. Ekonomi terus membaik, pembangunan kian tumbuh, lapangan kerja melimpah, dan semua sejahtera.

Boleh jadi, 1 Juli merupakan start yang baik untuk rebound. Bagi dunia usaha, 1 Juli adalah semester II. Momen untuk bangkit. Optimisme saya rasakan. Barangkali, semua pemangku kepentingan juga merasakan hal yang sama.

Kita lupakan perpecahan, kita dorong regulasi yang baik, kita doakan tiket normal, kita harapkan ekonomi makin tumbuh. Insya Allah Batam akan kembali ke jalan yang benar. (*)