batampos.co.id – Sampah rumah tangga mulai meluber di sejumlah tempat penampungan sampah sementara (TPS) di wilayah Batuaji dan Sagulung. Sampah basah dari permukiman warga tersebut mulai mengeluarkan aroma tak sedap dan mengganggu kenyamanan pengguna jalan.
Pantauan di lapangan, hampir semua TPS baik di lokasi jalan utama ataupun jalan lingkungan dihiasi dengan tumpukan sampah. Salah satu titik yang mencolok adalah TPS Simpang Kaveling Baru, Sagulung. Tumpukan sampah meluber hingga ke bahu jalan.
Padahal di TPS tersebut ada bin kontainer namun karena sampah yang dihasilkan dari berbagai permukiman cukup banyak sehingga tidak mampu menampung.
Ardi, seorang petugas kebersihan mengatakan, tumpukan sampah di TPS tersebut tidak saja sampah yang diangkut oleh armada pengangkut sampah kecamatan dari dalam permukiman, tapi juga dibuang langsung oleh warga ke lokasi TPS. Padahal armada pengangkut sampah dari dalam permukiman tetap bekerja seperti biasa, namun karena menjelang Hari Raya Idulfitri, aktivitas dapur meningkat, sehingga menghasilkan banyak sampah.
”Sampah yang dihasilkan terlalu banyak, makanya kami agak kewalahan. Sudah rutin bersihkan tapi volume sampah terlalu banyak. Sampai dibawa sendiri oleh warga ke sini (TPS),” ujar Aldi.
Pemandangan serupa juga terlihat di TPS yang ada di sepanjang jalan kawasan Marina City. Sampah rumah tangga hingga sampah bekas material bangunan menggunung di lokasi PTS. Sampah tersebut sengaja dibuang warga karena tempat sampah depan rumah mereka tak mencukupi lagi.
Menurut Sarni, warga Marina, armada pengangkut sampah yang rutin tiga kali dalam seminggu diangkut, tak cukup mengatasi penumpukan di lingkungan perumahan. Kata Sarni, hanya dalam sehari saja tong sudah sampah penuh tong. Warga berharap pengangkut sampah lebih ditingkatkan lagi sebab sampah yang dihasilkan menjelang hingga usai Lebaran diperkirakan cukup banyak. ”Nanti saat Idulfitri lebih banyak lagi (sampah). Kalau tak rutin diangkut bisa menumpuk juga depan rumah,” kata Sarni lagi. (*)
