batampos.co.id – Kapolda Kepri, Irjen Andap Budi Winarso berserta para Direktorat di Polda Kepri menggelar pantauan langsung kesiapan pengamanan Idulfitri di beberapa titik seperti di pelabuhan dan Bandara Hang Nadim Batam, Selasa (4/6) siang.
Kepada para personil kepolisian yang bertugas di pos pengamanan Idulfitri seperti misalnya di Pelabuhan Roro Punggur, Bandara Hang Nadim Batam, serta pos pengamanan di pintu masuk Nagoya Hill, jenderal bintang dua di Polda Kepri ini meminta jajarannya memberikan pengamanan dan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat pemudik demi kenyamanan masyarakat.
Tak hanya meminta petugas kepolisian memberikan pelayanan yang maksimal ke masyarakat pemudik. Irjen Andap juga meminta kepada petugas kepolisian yang berjaga untuk memberangus aksi calo yang biasanya meresahkan pemudik dengan ulahnya yang merugikan pemudik.
“Saya minta kepada semua personil polisi yang berjaga di pos pengamanan Idulfitri seperti di bandara maupun pelabuhan, bila mendapati adanya aksi calo yang meresahkan warga, ataupun aduan warga akan sepak terjang calo yang biasa beraksi memanfaatkan ramainya pemudik yang mencari tiket transportasi, tangkap, tindak, proses secara hukum, penjarakan aksi meresahkan mereka. Saya tak ingin mudik lebaran di Batam ini dinodai aksi calo. Itu perintah langsung dari saya untuk memberangus aksi calo di Batam,” tegas jenderal bintang dua kepolisian asal Madura ini.
Terkait hasil pemantauan pengamanan Idulfitri di pintu-pintu keberangkatan di pelabuhan maupun bandara, Irjen Andap menegaskan semua personil polisi sudah siap untuk memberikan pelayanan dengan sepenuh hati ke masyarakat.
“Ini merupakan operasi kemanusiaan, berikan masyarakat pelayanan yang maksimal, arahkan masyarakat apabila tak tahu arah tujuanya hendak naik kapal apa, bimbing masyarakat hingga berangkat dengan selamat ke kampung halaman,” ujar Irjen Andap.
Tak hanya pemberian pelayanan yang maksimal kepada pemudik saja. Irjen Andap juga meminta petugas kepolisian yang berjaga untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi segala kemungkinan yang ada.
“Bila didapati ada hal yang mencurigakan terhadap seseorang di tengah kerumunan para pemudik, pegutas harus segera merespon cepat. Tanyai apa maksud tujuannya. Hal ini untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk yang ada yang bisa merugikan masyarakat pemudik,” terangnya.
Irjen Andap berpesan kepada personil kepolisian yang berjuga serta instansi lain yang juga ikut bertugas di pos keamanan Idulfitri, saat arus balik nanti semua petugas harus bersinergi membantu kepulangan masyarakat ke rumahnya usai mudik.
“Misalnya dari pelabuhan hendak kembali ke rumahnya, ternyata dari pelabuhan menuju rumahnya tak ada angkutan ke sana. Saya minta semua instansi harus berkoordinasi agar masyarakat nantinya yang pulang dari mudik hendak kembali ke rumahnya di Batam, tetap bisa mendapatkan kemudahan dalam mencari angkutan kepulangan mereka. Jangan sampai mau pulang ke rumahnya dari pelabuhan, masyarakat keleleran di pinggir jalan menunggu ketidakpastian pulang ke rumahnya karena tak adanya angkutan yang mengantar mereka sampai ke rumah.
Terakhir, Irjen Andap juga mengimbau agar instansi terkait yang ikut berjaga di pos pengamanan mudik Idulfitri tetap selalu memantau laporan terbaru kondisi cuaca baik di bandara atau di perarian.
“Intinya apapun kondisi cuacanya, harus terus dikoordinasikan dengan pihak armada yang akan mengangkut masyarakat pemudik. Kalau cuacanya tak memungkinkan untuk tetap dilalui, sebaiknya keberangkatan ditunda sampai cuaca normal dan baik. Begitu juga apabila ada pemudik yang jatuh sakit seperti kecapean, masuk angin, petugas keamanan harus segera merespon agar masyarakat yang jatuh sakit segera mendapatkan penanganan medis agar bisa melanjutkan mudiknya ke kampung halaman,” terang Irjen Andap mengakhiri. (gas)
