batampos.co.id – Malam pertama setelah lebaran menjadi momen berharga bagi masyarakat di pesisir Batam, khususnya warga kampung di sekitar Kecamatan Galang. Malam pertama lebaran ini dimanfaatkan masyarakat untuk saling mengunjungi, memohon maaf atas kesalahan yang telah dilakukan.
Di Kampung Monggak, Kelurahan Rempang Cate, Kecamatan Galang sendiri, momen malam saling mengunjungi pada momen Idulfitri 1440 Hijriyah ini berlangsung tidak sesuai harapan. Masyarakat yang mendiami kampung ini harus melewati malam tersebut tanpa aliran listrik, karena genset yang biasa menerangi kampung mengalami kerusakan.
Dari ratusan rumah yang ada di kampung dengan mayoritas nelayan ini, hanya beberapa rumah saja yang diterangi oleh lampu neon, itu karena mereka memiliki genset pribadi. Sementara sebagian besar rumah warga, hanya diterangi oleh nyala pelita dan lilin saja.

“Padahal saat sekarang harusnya listrik nyala, tidak nyala begini jadi tak meriah, kita kasian juga dengan tamu-tamu yang datang,” kata Sarman salah satu warga yang rumahnya hanya diterangi lampu pelita di malam pertama setelah lebaran tersebut pada Rabu (5/6) malam.
Sarman melanjutkan, tanda-tanda kerusakan genset ini sudah diketahui sejak malam takbiran. Dimana saat itu mesin genset yang menerangi seisi kampung sempat dua kali padam. Setelah diperbaiki oleh petugasnya, mesin ini kembali menyala namun kembali mati pada sekitar pukul 01.00 WIB dan tidak bisa dinyalakan sampai pagi.
Padahal biasanya pada momen lebaran seperti saat ini, listrik akan menyala dari sore hingga pagi harinya. Kondisi tersebut cukup mengganggu aktivitas masyarakat, khususnya ibu-ibu yang menyiapkan penganan untuk lebaran.
“Kata petugas rusak selang minyaknya, dia sudah usaha perbaiki tapi alatnya tidak ada. Jadi gelap kita hari raya ini,” kata Sarman lagi.
Meskipun demikian, aktivitas masyarakat saling mengunjungi di malam pertama setelah lebaran ini tetap berlangsung. Kondisi tersebut diakui layaknya momen lebaran sekitar tahun 1980-an, dimana di kampung Monggak ini tidak ada yang memiliki genset, sehingga momen lebaran dilalui dengan cahaya yang hanya bersumber dari pelita saja.(bbi)
