Sherpa Kami Rita, pendaki asal Nepal yang berhasil memecahkan rekor mendaki puncak Gunung Everest untuk kali ke-24. Ia bertekad melakukannya hingga berusia 60 tahun.

’’Saya sangat senang dan bangga.’’ Pernyataan itu dilontarkan Sherpa Kami Rita via sambungan telepon sesaat setelah memecahkan rekor mendaki puncak Gunung Everest untuk kali ke-23 pada 15 Mei lalu.

Sherpa adalah sebutan untuk suku asli yang biasa tinggal di Nepal dan area pegunungan Himalaya. Mereka biasanya berprofesi sebagai pemandu pendakian gunung. Selasa (21/5/2019) lalu, dengan jarak kurang dari sepekan, Rita memecahkan rekornya sendiri sebagai penakluk Everest untuk kali ke-24.


Rita berangkat Senin (20/5) untuk mengantar rombongan polisi dari India. Dia tiba di puncak gunung tertinggi di dunia itu sekitar pukul 06.38 kemarin. Sangat mungkin daftar rekornya terus bertambah. Sebab, usia Rita baru 49 tahun dan dia belum punya rencana pensiun.

’’Saya sehat. Saya bisa terus melakukannya hingga berusia 60 tahun. Selama ada oksigen, tidak ada masalah,’’ ujar Rita sebagaimana dikutip AFP.

Dia mengaku tak tahu sebelumnya bahwa kesuksesan pendakiannya bisa dibukukan sebagai pemecah rekor. Seandainya tahu sejak masih muda, dia mungkin akan lebih sering mendaki agar bisa memecahkan rekor di usia muda.

’’Saya tidak mendaki untuk memecahkan rekor. Saya hanya bekerja,’’ terangnya.

SHERPA Kami Rita saat menaklukkan puncak Everest untuk yang ke-24 kalinya, Selasa (21/5/2019) lalu.

Para Sherpa biasanya mencatatkan rekor pendakiannya hanya untuk keperluan pekerjaan.
Rita kali pertama mendaki Everest pada 1994. Kala itu dia bekerja sebagai pemandu yang bekerja untuk perusahaan internasional penyedia jasa pendakian.

Pada pendakian pertama itu, dia berhasil mencapai puncak gunung yang memiliki ketinggian 8.848 meter di atas permukaan laut tersebut. Selama 25 tahun kemudian, Rita sudah 35 kali mencapai puncak lima gunung yang punya ketinggian di atas 8 ribu meter di atas permukaan laut. Termasuk di antaranya gunung K2 yang merupakan tertinggi kedua di dunia.

Etnis Sherpa memang istimewa. Mereka bisa bekerja maksimal di ketinggian dan dengan oksigen rendah. Mereka menjadi tulang punggung untuk industri pendakian di Nepal. Biasanya mereka berangkat lebih dulu untuk menyiapkan rute pendakian. Tak jarang mereka juga membantu membawa barang-barang keperluan para pendaki.

’’Para Sherpa memperbaiki tali sepanjang jalan menuju puncak,’’ terang Rita. (sha/c17/dos)

Loading...