batampos.co.id – Para pemudik yang melakukan perjalanan ke kota asalnya setelah mudik Lebaran , akan mendapatkan potongan harga tiket 10 persen apabila menyebrang siang hari.
PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry (Persero) kembali melakukan penyesuaian tarif penyeberangan antar pulau bagi para pemudik pada arus balik lebaran 2019. Sebaliknya keberangkatan pada malam hari justru akan dinaikan 10 persen dari harga normal.
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi mengatakan, diskon siang hari akan dimulai pukul 08.01 sampai dengan 19.59 WIB. Sedangkan kenaikan tarif malam hari dimulai pukul 20.00 sampai dengan 08.00 WIB.
Kebijakan ini telah dimulai sejak 7 sampai dengan 9 Juni 2019. Kebijakan ini juga telah sesuai dengan Surat Edaran Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan.

Menurutnya, ketentuan tersebut telah sejalan dengan karakteristik pemudik saat arus balik dari Bakauheni-Merak. Dia mengatakan, ada kecenderungan pemudik ramai atau banyak melakukan penyeberangan di siang hingga sore hari.
“Selama ini, karakter pemudik yang akan kembali saat arus balik memang lebih banyak yang jalan di siang atau sore hari. Ditambah dengan penerapan diferensiasi tarif ini, tentu perjalanan arus balik diharapkan lebih teratur, tertib dan lancar,” ujar Ira dalam keterangannya, Sabtu (8/6/2019).
Di sisi lain, Ira mengatakan arus balik para pemudik lebaran mulai banyak terlihat di pelabuhan Bakauheni. Baik penumpang dengan kendaraan roda dua maupun mobil pribadi.
Prediksinya, trafik akan meningkat kembali pada Sabtu (8/62019) dan Minggu (9/6/2019) mengingat cuti lebaran yang telah habis. Berdasarkan informasi ASDP Indonesia, Pemudik dari Bakauheni menuju Merak diperkirakan akan dilintasi 1,29 juta orang atau naik 5

persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 1,23 juta orang.
Kemudian diikuti kendaraan roda 2 sebanyak 92.269 unit atau naik 5 persen dibandingkan realisasi tahun lalu sebanyak 87.876 unit, dan roda 4 sebanyak 179.629 unit atau naik 15 persen dibandingkan realisasi tahun lalu sebanyak 156.199 unit.
“Kami pastikan kapasitas muatan kapal yang terpasang memadai, karena telah kami asumsikan kenaikan volume hingga 15 persen dibandingkan tahun lalu,” tuturnya.
Di Pelabuhan Bakauheni, ASDP juga menyiapkan fasilitas loket yang terdiri dari 17 loket penumpang (reguler 12 loket, eksekutif 5 loket), 15 loket roda 2 (reguler 14 loket, eksekutif 1 loket), dan 19 loket roda empat/lebih (reguler 13 loket, eksekutif 6 loket).
Selain itu, kata Irra, juga disediakan fasilitas keselamatan dan keamanan yakni 2 unit ambulans, 1 unit mobil derek, 1 unit Damkar, 1 unit tug boat, 1 unit rubber boat, dan 5 unit shuttle bus.
Ira juga mengimbau kepada pengguna jasa bisa menggunakan fasilitas pelayanan selama berada di Pelabuhan yang telah ditingkatkan. Salah satunya toilet yang selama Lebaran disediakan sebanyak 80 titik (eksisting 69 unit, portable 11 unit), 4 unit mushola dan 1 unit masjid.
Pihaknya juga memastikan, ASDP akan mengoperasikan kapal-kapal berukuran besar yakni diatas 5000 GT selama arus balik Lebaran berlangsung. Percepatan waktu bongkar muat maksimal 45 menit dan pergantian kapal yang hanya dilakukan di Pelabuhan Merak saja, sementara di Pelabuhan Bakauheni hanya saat darurat saja.
Data Posko Bakauheni mencatat, jumlah penumpang yang menyeberang dari Bakauheni menuju Merak pada Kamis (6/7) pk 08.00 WIB hingga Jumat (7/6) pukul 08.00 WIB sebanyak 57.017 orang atau naik 23 persen dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 46.408 orang.
Diikuti kendaraan roda dua sebanyak 4.109 unit atau naik 19 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak 3.446 unit dan roda empat ke atas/lebih sebanyak 7.380 unit atau naik 32 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 5.610 unit.(jpc)
