Sabtu, 11 April 2026

Gerakkan Ekonomi, Pemko Batam Lirik Uang Turis

Berita Terkait

batampos.co.id – Wali Kota Batam Muhammad Rudi secara gamblang menyebutkan target wisatawan yang ingin ditarik sebanyak-banyaknya ke Batam merupakan wisatawan mancanegara (wisman). Tujuannya, tak lain adalah menggerakkan ekonomi masyarakat Batam dari belanja para wisman tersebut selama di kota ini.

”Yang saya kejar wisman. Setelah dicek uang yang banyak berputar adalah (karena) wisman,” sebut Rudi, belum lama ini.

Menurut dia, mahalnya harga tiket pesawat tidak berpengaruh terhadap kunjungan wisman ke Batam. Karena biasanya wisman ke Batam menggunakan moda transportasi laut dari negara tetangga, seperti Singapura dan Malaysia.

”Ini khusus Batam, beda dengan ke Bali dan Jakarta. Ke Batam lewat kapal laut,” katanya.

Ia mengungkapkan, kunjungan wisman tahun 2018 sebanyak 1,8 juta. Sementara kunjungan wisatawan lokal lebih dari 9 juta kunjungan.

”Yang lokal ini, sebenarnya banyak pegawai maupun DPRD atau yang lain yang studi banding, melalui bandara 6,2 juta orang dan 3 juta orang lewat kapal laut,” paparnya.

Turis dari Negara Korea berjalan di kawasan Batam Centre | Dalil Harahap/Batam Pos

Untuk mengembangkan pariwisata, ia mengaku penataan kota dan pelebaran jalan merupakan bagian dari pengembangan sektor pariwisata di Kota Batam.

Wisman Padati Pusat Perbelanjaan

Pusat Perbelanjaan diserbu warga dan wisman pada hari terakhir libur usai Lebaran, Minggu (9/6). Salah satu pusat perbelanjaan yang banyak dikunjungi wisman adalah Nagoya Hill Shopping Mall di Lubukbaja. Sejak siang kemarin, terlihat puluhan wisman berkelompok usai berbelanja. Rata-rata mereka membawa kantong plastik dari beberapa tenan yang ada di pusat perbelanjaan tersebut.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, mengatakan selama libur Lebaran jumlah wisman yang datang ke Batam terus meningkat. Hal itu dapat dilihat dari banyaknya wisman di pusat perbelanjaan dan restoran.

”Rata-rata memang mereka berbelanja dan kuliner,” ujar Ardi.

Bahkan, menurut Ardi, banyak dari wisman tersebut merupakan warga asing yang telah berusia lanjut (lansia) yang datang ke Batam. Mereka juga datang berkelompok untuk berbelanja.

”Sejak Lebaran, mereka tersebar di pusat-pusat perbelanjaan. Mereka datang juga berkelompok, ” tutur Ardi.

Sementara Venny, warga Batuaji yang datang ke Grand Mall Batam yang ada di Baloi mengaku penasaran dengan pusat perbelanjaan yang baru saja diresmikan tersebut.

”Sejak dibuka saya belum pernah ke sini. Ternyata ramai dan malnya besar,” kata Venny.

Dikatakannya, selain menjawab rasa penasaran, ia datang ke sana juga untuk berbelanja sekaligus mencoba kuliner yang ada di sana.

”Beberapa makanan di sini tak ada di tempat lain di Batam, makanya pengin coba,” imbuhnya.

Di Grand Mall Batam, juga terlihat sejumlah wisman berkeliling dan menikmati kuliner di pusat perbelanjaan itu.

Keramaian warga juga terlihat di Mal Botania 2. Terutama di wahana tempat permainan anak-anak yang padat oleh pengunjung. (iza/she)

Update