batampos.co.id – Pembobolan mesin ATM Mandiri dan Permata bank di gerbang kawasan Industri Latrede, Tanjunguncang pagi tadi terus didalami penyidik Polsek Batuaji. Polisi sedikit kesulitan untuk mencari tahu siapa dan berapa banyak pelaku karena belum mendapatkan rekaman CCTv.

1. Matikan Aliran Listrik

Kapolsek Batuaji, Kompol Syafruddin Dalimunthe, mengatakan, rekaman CCTv belum didapat sebab pelaku diduga terlebih dahulu mematikan aliran listrik ke lokasi ATM sebelum beraksi.

Saat pihaknya melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) aliran listrik ke lokasi ATM tidak terhubung.

Dua mesin ATM yang dibobol maling di Tanjunguncang, Kota Batam, Rabu (12/6/2019). Foto: Eja/batampos.co.id

“Listriknya dipadamkan sebelum beraksi jadi kemungkinan tak rekeman CCTv ATM,” ujarnya.

2. Pembobolan Dilakukan Saat Hujan Lebat

Kapolsek Batuaji, Kompol Syafruddin Dalimunthe, mengatakan aksi pembobolan dua mesin ATM di Tanjuncang, terjadi pada Rabu (12/6/2019) dini hari. Saat itu di area tersebut sedang diguyur hujan lebat.

3. Pelaku Diduga Lebih Dari Satu Orang

Selain itu, polisi menduga pelaku pembobolan mesin ATM di Tanjunguncang, Kota Batam, pelakunya lebih dari satu orang dan mengendari kendaraan roda empat.

4. Tarik Pintu Brankas Dengan Rantai

Dari hasil olah TKP, diketahui pelaku terlebih dahulu merusak tutup luar brankas uang masing-masing mesin ATM. Untuk mendapatkan brankas, pelaku menggunakan alat bantu berupa rantai yang kemudian ditarik dengan mobil.

Namun aksi tersebut gagal karena rantai putus saat ditarik mobil. Hingga sata ini polisi juga belum mendapatkan laporan dari pihak bank terkait kehilangan brankas ATM. Dari olah TKP polisi hanya melihat fisik mesin yang rusak.(eja)