batampos.co.id – Kematian adalah misteri, tidak ada yang tahu secara pasti kapan, dimana, dan bagaimana seorang anak manusia akan meninggal dunia. Meskipun demikian, tidak ada salahnya ketika kita selalu mengingat kematian, paling tidak untuk sekedar memikirkan dimana nantinya kita akan dikuburkan oleh ahli waris kita yang masih hidup. Memikirkan bagaimana agar nantinya kematian kita tidak menjadi sesuatu yang memberatkan buat orang-orang yang kita tinggalkan.

Di kota Batam sendiri, setidaknya ada tiga lokasi Taman Pemakaman Umum (TPU) yang menjadi peristirahatan terakhir orang-orang yang telah mendahului kita. Yakni TPU Sei Temiang di Kecamatan Sekupang, TPU Taman Langgeng di Kecamatan Batam Kota, dan TPU Sambau di Kecamatan Nongsa. Ketiga pemakaman ini dikelola secara mandiri oleh yayasan, sedari awal TPU ini ada.

Karena dikelola secara mandiri, masing-masing TPU memiliki pertimbangan sendiri dalam menelurka kebijakan, termasuk menentukan besaran biaya pemakaman. Inilah yang menjadi sebab kenapa biaya pemakaman di ketiga TPU ini berbeda-beda. Berikut beberapa hal menarik dari ketiga TPU tersebut.


TPU Sei Temiang

Biaya pemakaman untuk orang dewasa di TPU Sei Temiang ini berada di angka Rp 1.350.000,00,- meliputi infaq tahunan, biaya penggalian, papan lahat, dan administrasi. Sedangkan untuk anak-anak dikenai biaya sebesar Rp 450 ribu, dengan perincian yang sama.

“Itu harga terbaru untuk pemakaman muslim yang dikelola oleh Yayasan Khairul Ummah,” kata Zulkifli petugas Yayasan Khairul Ummah ketika ditemui di TPU ini pada Selasa (11/6).

Makam yang terletak persis di pinggir jalan ini memiliki luasan sekitar 90.404,12 meter persegi (m2) terbagi atas tiga TPU—TPU Islam yang dikelola oleh Yayasan Khairul Ummah dengan luasan sekitar tujuh hektar, TPU Kristen Bukit Aman yang dikelola oleh Yayasan Sinar Dian, dan TPU Budha dikelola oleh YayasanVihara Umat Budha.

Dalam pengelolaannya, kata Zulkifli lagi, Yayasan Khairul Ummah mempekerjakan sebanyak 20 pegawai, 16 diantaranya yang aktif mengrususi keperluan masyarakat yang ingin mengurus pemakaman keluarga mereka di lokasi ini. Lima orang penetugas penggali di kawasan ini rata-rata menerima permintaan penggalian sebanyak tiga liang lahat setiap harinya.

Makam.
foto: batampos.co.id / bobi bani
TPU Taman Langgeng

Biaya pemakaman di TPU yang terletak di Sungai Panas ini tidak berbeda jauh dari TPU Sei Temiang, berada di angka Rp 1,3 juta untuk dewasa. Sementara untuk anak-anak dikenai tarif sebesar Rp 500 ribu. Eko, 46, petugas pemakaman ini menuturkan harga tersebut baru berlaku sejak tahun 2018 lalu. Penetapan harga baru ini menyesuaikan dengan kenaikan harga material yang diperlukan untuk proses pemakaman itu sendiri.

“Tiap tahun biasanya ada kenaikan, harga papan jug naik, saya dulu mulai menggali (tahun 1999) harga satu liang hanya Rp 15 ribu, sekarang sudah tinggi,” tutur Eko.

Di TPU Sei temiang ini, eko bekerja bersama delapan rekannya. Ia dan lima orang lainnya sebagai penggali, sementara sisanya adalah ketua TPU dan seorang security. Security diperlukan di kawasan ini, kata Eko lebih kepada pengawasan terhadap masyarakat yang terkadang membuang sampah di kawasan makam seluas sekitar tujuh herktar ini.

TPU Sambau

TPU Sambau adalah makam dengan biaya termurah dibanding TPU Sei Temiang dan TPU Sei Taman Langgeng, dengan biaya pemakaman sebsar Rp 800 ribu untuk orang dewasa. Untuk anak-anak hanya dikenai tarif sebesar Rp 350 ribu, dengan perincian untuk biaya penggalian, papan lahat, dan biaya kebersihan.

Ketua pengelola TPU Sambau, Usman Muharram, 66, menuturkan, lahan makam ini memiliki luasan sekitar lima hektar. Dari jumlah tersebut hanya satu hektar saja yang masih bisa dioptimalkan. Hanya saja dibutuhkan alat berat untuk membersihkan area pemakaman tersbut, karena kondisi lahan masih berupa semak dengan banyak tunggul berukuran besar.

Selama ini, Usman dibantu oleh tujuh pekerja yang melayani proses pemakaman jenazah yang tidak hanya berasal dari Kecamatan Nongsa saja, lebih dari itu juga ada yang berasal dari kawasan Batam Kota.

“Namanya pemakaman umum, dari mana saja tetap kita terima, selama masih ada tempat pasti kita layani,” kata Usman ketika ditemui beberapa waktu lalu. (bbi)

Loading...