batampos.co.id – Kabupaten Lingga yang selama ini mendapat pasokan sembako serta sayur mayur dari luar daerah seperti Batam, Tanjungpinang, dan Jambi, mengalami kekosongan stok setelah libur Lebaran. Kekosongan ini terjadi pada sayur mayur, sementara beras, minyak, dan sebagainya masih mencukupi.

“Cabai merah hampir tidak ada di pasaran. Ada yang jual hanya satu pedagang saja, itupun harga sangat tinggi,” kata Ani, seorang ibu rumah tangga ketika ditemui di pasar sayur Dabo Singkep, Selasa (11/6/2019) pagi.

Loading...

Di Pasar Sayur Dabo Singkep, pedagang yang menjual cabai merah seharga Rp 120 untuk satu kilogram. Pedagang mengaku cabai datang dari Tanjungpinang, dan dibeli sudah dengan harga tinggi.

Selain cabai merah, pedagang juga tidak dapat menjual sejumlah sayur mayur lainnya dikarenakan kekosongan pasokan dari jambi.

Menurutnya, walau kapal pengangkut barang telah berlayar atau beroperasi, namun kapal tersebut membawa barang sisa sebelum lebaran kemarin, sehingga pedagang enggan mengambil barang tersebut untuk dijual di pasar.


Warga sedang membeli kebutuhan di Pasar Dabo Singkep. Saat ini stok cabai merah di Kabupaten Lingga masih langka.
foto: batampos.co.id / wijaya satria

“Saya kira petani yang ada di Jambi masih dalam suasana Lebaran. Jadi belum ada sayur baru yang masuk,” kata Zul, salah seorang pedagang sayur di Pasar Dabo Singkep.
Akibatnya, saat ini sayur yang ada dan dijual di pasaran berasal dari Tanjungpinang.

Namun sayangnya, untuk harga terpaut jauh di atas dari harga sayur mayur asal Jambi.
Zul menggambarkan, untuk harga daun bawang saja, pedagang mendapat pasokan dari Tanjungpinang dengan harga Rp 42 ribu. Sedangkan, pedagang sayur di Dabo Singkep biasa menjual daun bawang hanya dengan harga Rp 24 ribu saja. Hal ini membuat pedagang enggan mengambil barang dari Tanjungpinang.

Dirinya mengaku untuk cabai rawit memperoleh dari petani lokal. Kondisi ini dapat menutup kebutuhan cabai rawit masyarakat dengan harga yang masih stabil yakni Rp 50 ribu per kilogramnya.

“Menurut perkiraan saya, kondisi akan kembali pulih Kamis pekan ini. Karena barang dari Jambi kembali masuk seperti biasanya,” ujar Zul. (wsa)

Loading...