batampos.co.id – Bukan hanya hutan di wilayah Rempang dan Galang yang sudah digarap untuk dijadikan ladang pertanian. Hutan di sekitar kawasan wisata Mata Kucing, Sekupang pun hampir habis digarap warga untuk berladang. Bahkan rumah liar (ruli) sudah mulai banyak dibangun di atas bukit di sekitar lokasi tersebut.

Bangunan liar tersbeut paling jelas terlihat di hutan tidak jauh dari hutan Wisata Mata Kucing. Hutan tersebut sudah banyak digarap dengan cara membabat dan memotong pohon-pohon yang ada di sana.

Banyak yang menjadikannya untuk kolam ikan dan bertani. ”Kalau ini memang sudah lama dijadikan warga untuk berladang. Dan kolam-kolam yang ada di sekitar ini juga sudah lama. Ada yang kolam pancing, ada juga sengaja untuk budidaya ikan,”kata Saptono, warga Marina yang sering mancing di salah satu kolam pancing di sana.

Ilustrasi. Personel Ditpam BP Batam saat menertibkan ladang liar di sekitar Dam Duriangkang.
Foto: Azis Maulana/batampos.co.id

Sementara itu, ruli yang baru dibangun di sekitar hutan sangat jelas terlihat dari sekitar Perumahan Gurindam Raya atau Bukit Sakinah, Batuaji. Banyak ruli baru dibangun di atas bukit. Bahkan ada semipermanen.

Sebagian besar pemilik ruli mengklaim memiliki lahan yang dikerjakan untuk berladang. ”Kami sudah lama di sini. Tidak ada larangan,” ucap seorang warga yang enggan namanya dikorankan.

Ia mengaku mendirikan rumah liar di kawasan itu karena melihat sudah ada sebelumnya rumah liar di sana. ”Jadi saya ngikut saja di sini,” tuturnya. Bukan hanya di sekitar kawasan Mata Kucing, ruli di sekitar Dam Mukakuning juga terus bertambah.

Sebagian hutan yang harusnya menjadi daerah tangkapan air itu juga sudah ada yang digarap untuk berkebun. ”Kami yang tinggal di sini tidak mungkin melarang ada yang buat ruli di atas sana. Sama-sama tak punya izin pak. Mau bagaimana lagi,” kata seorang warga Ruli sekitar Dam Mukakuning.

Sebelumnya, Dirpam BP Batam Brigjen Suherman mengatakan pihaknya sudah melakukan penertiban tanaman dan ruli di sekitar Dam, termasuk di sekitar Dam Duriangkang. Ia menegaskan akan tetap melakukan penertiban tetapi akan dilakukan secara bertahap.

”Kita sudah melakukan penertiban kok, dan akan terus kita lakukan. Kita tidak diam kok,” ujarnya.(ian)