batampos.co.id – Kapolres Natuna AKBP Nugroho Dwi Karyanto meminta pihak Pelni mengedepankan keselamatan penumpang saat berlayar. Terutama dalam suasana arus mudik dan arus balik Lebaran.

Hal ini disampaikan Nugroho setelah sebelumnya terjadi insiden seorang penumpang meninggal dunia setelah melahirkan di kapal perintis milik Pelni. Kasus tersebut disebabkan kurangnya pelayanan medis di kapal, sehingga penumpang yang melahirkan tak terlayani dengan baik.

”Meninggalnya seorang penumpang dari Serasan dalam perjalanan menuju rumah sakit tentu harus menjadi perhatian bersama. Terutama pihak Pelni, ke depannya dapat menyediakan pelayanan medis di kapal penumpang,” kata Nugroho, Senin (10/6).

Nugroho menilai, insiden tersebut tidak mesti terulang. Karena pentingnya pelayanan medis untuk kapal penumpang. Pihak Pelni pusat mestinya menyiapkan tenaga medis, terutama dalam penanganan tindakan darurat.

Dikatakan Nugroho, menyiapkan tenaga medis adalah bagian dari kewajiban untuk mengedepankan keselamatan penumpang. Karena sejauh ini tidak ada larangan bagi ibu hamil untuk berlayar di kapal Pelni.

”Seperti melahirkan dalam perjalanan kapal ini sudah sering terjadi. Terutama di Natuna yang geografisnya kepulauan. Mestinya tenaga medisnya harus siap,” ujarnya.(arn)