batampos.co.id – Ratusan kepala keluarga (KK) yang berdiam di perumahan Rhabayu dan Laguna Regency Marina, Kelurahan Tanjungriau, Sekupang, berhadapan dengan persoalan yang cukup serius selama musim hujan ini.

Pasalnya akses jalan masuk ke pemukiman mereka belum tersentuh aspal atau semenisasi dan akan menjadi kubangan raksasa sesaat setelah hujan turun.

Tidak hanya becek dan lumpur, lubang menganga juga sangat menganggu kenyamanan dan mengancam keselamatan warga sekitar.

Warga melintasi ruas jalan yang merupakan akses masuk ke perumahan Rhabayu dan Laguna Regency Marina, Sekupang. Foto: Eja/batampos.co.id

Informasi yang diperoleh batampos.co.id, hal tersebut sudah terjadi sejak perumahan-perumahan itu dipasarkan pada 2012 lalu. Sudah tujuh tahun akses jalan masuk masih berupa galian tanah.

Tahun 2018 lalu, sempat ada proyek semenisasi jalan utama jalur tengah di area tersebut. Mulai dari simpang perumahan Graha Mas hingga depan perumahan Oase Marina. Baca Juga: Tak Kunjung Diperbaiki, Masyarakat Tambal Jalan Rusak di Jalan Marina City

Sayangnya semenisasi hanya fokus di sepanjang jalan utama. Sementara jalan masuk perumahan warga tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah.

Pantauan di lapangan, warga sangat kewalahan melintasi jalan berlumpur tersebut sebab tak ada celah jalan yang bagus. Para pengendara khususnya kaum wanita kerap jatuh karena kondisi jalan yang licin.

“Sudah banyak yang jatuh. Ibu-ibu yang kasian kadang bonceng sama anaknya jatuh,” kata Agus, warga setempat.

Kerusakan jalan ini sudah sering disampaikan ke pihak pengembang atau instansi pemerintah terkait, namun belum mendapatkan tanggapan hingga saat ini. Baca Juga: Penambalan Jalan Rusak di Marina City Tidak Merata

Lurah Tanjungriau, Agus Sofyan, yang ditanyai batampos.co.id mengaku akan segera menindaklanjuti keluhan tersebut. Pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak pengembang.

“Akses jalan tersebut masih tanggungjawab pengembang. Sekarnag lagi kami usahakan dengan pengembang,” jelasnya.

Menurutnya, pengerjaan ruas jalan perumahan bisa masuk ke proyek pemerintah. Namun tidak bisa melalui anggaran PIK (percepatan infrastrukfur kelurahan) karena anggarannya cukup besar.

“Ini tetap kami masukan dalam proyek APBD tapi untuk jangka pendek kami akan koordinasi dengan pengembang,” kata Agus.(eja)