batampos.co.id – Sampah masih menumpuk di sejumlah tempat di pinggir jalan utama di Sagulung dan Batuaji. Sampah yang dihasilkan warga masih terlampau banyak sehingga tidak tertampung di tempat penampungan sampah sementara (TPS).

Sepekan setelah melewati hari raya Idulfitri 1440 Hijriah, sampah dibuang begitu saja ke pinggir jalan oleh masyarakat lambat laun mulai menggunung. Tumpukan sampah ini merusak estetika kota dan mulai mengancam kesehatan masyarakat.

Pasalnya tumpukan sampah itu mengelaurkan aroma tidak sedap serta dikerubuni lalat hingga belatung. Hal ini dikeluhkan warga dan pengguna jalan di Seibinti, Sagulung.

ilustrasi sampah. Foto: Dalil Harahap/ batampos.co.id

Sampah rumah tangga yang mulai membusuk menghiasi sepanjang pinggiran jalan. Padahal lokasi jalan tersebut berada di tengah pemukiman yang berpenduduk padat.

Warga berharap agar persoalan ini segera di atasi sebab penumpukan sampah di sepanjang row jalan terjadi bukan karena kesengajaan namun karena tak ada lagi tempat penampungan sampah yang kosong.

Sampah dari dalam perumahan juga belum normal diangkut padahal sampah paska hari raya Idulfitri terlampau banyak.

“Yang buang di pinggir jalan ini karena memang tong sampah di depan rumahnya sudah penuh. Ya maklumlah hari raya jadi aktifitas rumah tangga meningkat. Ke tong sampah di TPS pun juga sudah menumpuk jadi orang pada buang ke pinggir jalan,” kata Iswanto, warga Seibinti, Rabu (12/6/2019).

Sementara itu Ical, petugas pengangkut sampah yang ditemui di lapangan, mengaku sudah berupaya keras selama beberapa hari terakhir untuk mengatasi persoalan sampah.

Namun belum bisa semuanya diangkut, sebab jumlah sampah yang dihasilkan jauh lebih banyak dari hari-hari sebelumnya. Menurutnya, untuk mengosongkan sampah satu TPS saja mereka kewalahan.

Terlebih jika sampah menumpuk di luar TPS. “Yang di TPS ini saja kewalahan kami apalagi yang di luar. Kami tetap bekerja tapi belum bisa habiskan (angkut) semuanya. Bukan satu atau dua TPS se Sagulung ini. Ada ratusan jadi memang agak lambat,” ujar Ical, petugas kebersihan di Sagulung.

Ical dan kawan-kawannya berharap agar masyarakat bersabar dan tetap membuang sampah ke tempat yang sudah ditentukan seperti tong sampah depan rumah ataupun TPS di pinggir jalan utama.(eja)