batampos.co.id – Pembangunan masjiddi Tanjunguncang, Kota Batam, berdampak bagi lingkungan sekitar. Salah satunya rumah susun sewa (Rusunawa) Pemko Batam yang berada persis di belakang lokasi pembangunan.

Rusunawa itu pun kini menjadi hunian idaman masyarakat Kota Batam, khususnya mereka yang bekerja di sekitaran kawasan industri Tanjunguncang. Hal itu terlihat dari antusias masyarakat yang ingin menyewa kamar di rusunawa tersebut.

Pengelolah rusunawa sempat kewalahan karena tidak sedikit dari mereka bersikeras untuk mendapatkan salah satu hunian di sana.


Rusunawa Pemko Batam yang berada di Tanjunguncang, kota Batam, Rusunawa ini menjadi hunian idaman masyarakat Kota Batam karena lokasinya yang strategis dan berada tepat di belakang pembangunan Masjid Agung Sultan Mahmud Riayat Syah. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

“Yang minat sangat banyak, tapi itu tadi sudah terisi semua sekarang,” ujar Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Rusun Pemko Batam, Teguh, Kamis (13/6/2019).

Rusunawa Pemko Batam yang selama ini dikenal rusunawa (belakang) pasar Fanindo terdiri dari empat twin blok. Masing-masing twin blok terdapat 95 unit hunian dan hampir semunya terisi. “Yang kosong tinggal satu unit, namun itu belum bisa ditempati karena masih dalam tahap renovasi,” jelasnya.

Biaya sewa rusunawa ini cukup terjangkau. Untuk lantai satu Rp 240 ribu perhunian, lantai dua Rp 230 ribu, lantai tiga Rp 210 ribu dan lantai empat Rp 195 ribu.

Selain strategis dekat lokasi pasar, rumah ibadah dan jalan raya, rusunawa ini juga menyediakan fasilitas yang cukup lengkap seperti lapangan olahraga, taman dan lain sebagainya.

Anita, seorang penghuni mengaku beruntung bisa menempati salah satu hunian di rusunawa tersebut. Lokasi rusunawa yang strategis dan dekat dengan berbagai fasilitas

umum sangat membantunya.

“Yang lebih menyenangkan lagi tempat tinggal kami ini dekat dengan masjid terbesar di Kepri. Ini jadi kebanggaan tersendiri bagi saya,” ujar Anita.(eja)

Loading...