batampos.co.id – Menjadi salah satu andalan pemerintah pusat dalam menggaet turis asing, Kepri menyiapkan sedikitnya 200 agenda wisata sepanjang 2019 ini. Agenda tersebut terbagi di tujuh kabupaten/kota, Pemprov Kepri, dan industri pariwisata.

Kepala Dinas Pariwisata Kepri Buralimar mengatakan, dengan banyaknya agenda pariwisata ini pihaknya yakin Kepri mampu memenuhi jumlah kunjungan wisman yang ditargetkan Kementerian Pariwisata (Kemenpar), yakni sebanyak 3,6 juta kunjungan.

“Kementerian Pariwisata menurunkan target 20 juta kunjungan wisman menjadi 18 juta. Kepri dapat 20 persen atau turun dari target 4 juta turun jadi 3,6 juta wisman,” ujar Buralimar, Rabu (12/6).

Buralimar mengakui, hingga April lalu jumlah kunjungan wisman ke Kepri belum sesuai ekspektasi. Realisasinya baru mencapai 916 ribu kunjungan atau 24 persen dari target.
Namun Buralimar yakin, target 3,6 juta wisman untuk Kepri akan tercapai. Sebab biasanya, kunjungan wisman akan terus meningkat jelang akhir tahun. Selain karena memasuki musim libur, Kepri sendiri menyiapkan ratusan agenda pariwisata untuk menyedot kunjungan turis dari berbagai negara.

Selain agenda wisata, pemerintah juga terus memoles beberapa destinasi wisata unggulan. Sehingga makin banyak turis yang tertarik untuk berkunjung. Terutama turis dari negeri jiran seperti Malaysia dan Singapura.

“Contoh Danau Biru di Bintan dan Patung Seribu di Tanjungpinang. Tak ada itu di Singapura dan Malaysia. Belum lagi geopark di Natuna, cagar budaya alami yang tak bisa diutak-atik. Tapi akan dipoles tanpa mengganggu alamnya,” ungkapnya.

Senada dengan Buralimar, Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri Fadjar Madjardi mengatakan, untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi Kepri perlu perhatian serius pada pengembangan sektor pariwisata. Karena saat ini, industri yang merupakan tiang utama perekonomian Kepri masih dalam tahap pemulihan.

“Memang diharapkan ke pariwisata dulu karena besar potensinya. Hitung-hitungan kasar, 4 juta wisman untuk Kepri. Kapasitasnya ada, dari jumlah feri yang bolak balik tiap hari. Perkiraannya bisa terangkut 7 juta wisman selama setahun,” ungkapnya.

Kemudian untuk hotel, Kepri memiliki sekitar 500 hotel. Daya tampung diperkirakan capai 10 juta. “Jalan-jalan sudah besar. Restoran berkembang. Sehingga kebutuhan tenaga kerja bertambah. Sekarang tinggal menjaga pasokan logistik saja,” jelasnya.

Potensi pariwisata di Kepri ini juga tidak terganggu oleh mahalnya harga tiket pesawat domestik. Karena banyak wisman yang masuk ke Kepri justru memanfaatkan jalur Singapura.

“Kita belum bisa bersaing dengan Singapura soal kunjungan wisman. Jadi biarlah kita berharap dari wisman yang datang ke Singapura,” ungkapnya.

Sekalipun mengandalkan wisatawan Nusantara (wisnus) untuk datang ke Batam, tapi biasanya Batam hanya dimanfaatkan sebagai jalur transit. Tujuan utamanya yakni Singapura.

“Jadi wisnus keluarin devisa ke Singapura, sedangkan wisman kita harap keluarin devisa di Batam,” jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam Ardiwinata mengatakan, pada prinsipnya pengembangan pariwisata Batam bertumpu pada tiga hal. Yakni aksesbilitas, amenitas, dan atraksi (3A).

“Ini akan menjadi daya tarik orang datang. Maka, Pemko Batam fokus bangun jalan, pedestarian serta keindahan kota,” kata Ardiwinata, kemarin.

Untuk amenitas, ia mengungkapkan kini Batam sedang fokus membangun berbagai macam destinasi wisata. Seperti Masjid Sultan Mahmud Riayatsyah di Batuaji, pembenahan Kebun Raya Batam di Nongsa juga Jembatan I Barelang.

“Akan revitalisasi museum juga, berusaha cari dana dulu, misal DAK. Survei yang dilakukan BI, banyak wisman ingin lihat galeri. Insya Allah museum akan dibuka secepatnya,” ucapnya.

Sementara untuk atraksi, kini di Batam sedang berkembang event milenial. Pelaku pariwisata bahkan setiap bulan meminta rekomendasi ke Disbudpar Batam. Menurutnya, event-event milenial ini tidak termasuk dalam 114 agenda wisata 2019 yang sudah di-launching awal tahun lalu.

Suasana pertandingan

“Event milenial sekarang jadi tren. Yang baru saja digelar Batam City Run, ada juga gelaran e-sport, turnamen PUBG,” imbuhnya.

Yang kini dilakukan oleh Disbudpar Batam adalah meningkatkan keahlian sumber daya manusia (SDM) di bidang pariwisata dengan menggelar berbagai pelatihan atau workshop.

“Kami akan laksanakan kegiatan yang pelatihan pemandu wisata budaya, air hingga homestay,” katanya.

Naik-Turun Kunjungan Turis

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri Zulkipli mengatakan, perkembangan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Provinsi Kepri pada bulan April 2019 mencapai 236.124 kunjungan.

Angka tersebut mengalami penurunan sebesar 9,88 persen jika dibandingkan jumlah wisman pada bulan Maret 2019 sebanyak 262.017 kunjungan.

“Ini merupakan tren, bulan Maret naik namun pada bulan April kembali turun,” kata Zulkipli.

Ia menjelaskan, jika dibandingkan dengan April 2018, kunjungan wisman April 2019 mengalami kenaikan sebesar 21,64 persen. Capaian tersebut menunjukkan bahwa minat pariwisata tahun 2019 jauh lebih baik.

“Malahan tahun ini naik tajam sebenarnya,” ujarnya.

Saat ini, wisman terbanyak tetap datang dari Singapura, Tiongkok, Filipina, dan Malaysia.

“Wisatawan lokal kita juga meningkat, tapi tidak begitu tinggi,” kata Zulkipli. (iza/cr2/leo)