batampos.co.id – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Batam menjatuhkan vonis denda Rp 500 juta subsider enam bulan kurungan pada Tober Tua Simanjuntak, terpidana kasus penjualan minuman beralkohol (mikol) tanpa izin, Senin (10/6/2019).

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Batam, Dedie Tri Haryadi, mengatakan sebelumnya terpidana dituntut denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan.

”Terpidana sudah membayar dendanya sebesar Rp 500 juta sesuai putusan Majelis Hakim. Dengan itu, bersangkutan sudah memiliki kekuatan hukum atau inkrah,” ujar Dedie saat konferensi pers, Rabu (12/6/2019).


ilustrasi minuman beralkohol

Dia mengatakan terpidana sendiri melanggar pasal 142 Jo pasal 91 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan. Terpidana diamankan pada 1 Juni 2018 beserta dengan puluhan barang bukti berupa minuman beralkohol berbagai merek.

”Terpidana memiliki dua toko. Dan oleh BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) Batam dilakukan penyidikan, kemudian mereka mendapatkan minuman alkohol siap edar tanpa surat izin,” jelasnya.

Diketahui, perkara tersebut berawal saat Ditreskrimsus Polda Kepri mendatangi dua toko PT Kerabat Setia yang berlokasi berbeda di wilayah Lubukbaja. Setelah menunjukkan surat perintah tugas kepada salah seorang karyawan perusahaan, mereka kemudian melakukan pengecekan.

Hasilnya, sambung Dedie, anggota Ditreskrimsus menemukan minuman beralkohol berbagai merek tidak memiliki izin edar yang di perdagangkan di toko tersebut. Barang bukti itu pun dibawa ke Mapolda Kepri untuk pemeriksaaan lebih lanjut.

”Dengan adanya perkara ini menjadikan efek jera, supaya yang bersangkutan atau yang masih mengedarkan minuman alhokol supaya tidak mengedarkan tanpa izin,” tutupnya. (une)

Loading...