batampos.co.id – Harga sayur mayur di sejumlah pasar tradisional di wilayah Kecamatan Sagulung dan Batuaji, masih belum stabil. Menurut sejumlah pedagang, melambungnya harga sayuran karena curah hujan yang cukup tinggi sehingga para petani sayur mengalami gagal panen.

Pantauan di Pasar Fanindo, Batuaji, Rabu (12/6/2019), sejumlah pedagang sayur mengaku kenaikan harga sayuran disebabkan pasokan dari petani lokal minim.

Sari, 44, salah seorang pedagang mengatakan, saat ini harga sayuran cenderung naik. Seperti bayam, kangkung, dan sawi dijual dikisaran Rp 13 sampai Rp 16 ribu per kilogram.

Pedagang sayuran Pasar Mega Legenda, Batam Center, melayani pembeli, Jumat (7/6) lalu. Harga sayur kembali melambung tinggi karena petani gagal panen. Foto: Cecep Mulyana/batam pos.co.id

”Harga dari pemasok kepada pedagang sebesar Rp 12 ribu per kilo  untuk bayam dan kangkung. Sedangkan sawi pahit sudah Rp 18 ribu hingga Rp 20 ribu per kilo,” sebut Sari.

Sementara itu, harga cabai merah berangsur turun. Semula harga cabai sempat mencapai Rp 90 ribu per kilogram, kemarin turun menjadi Rp 65 ribu per kilogram. Sedangkan cabai hijau dijual Rp 50 ribu per kilogaram.

Sari menyebutkan pasokan cabai yang diterima pedagang dari pemasok berbeda-beda.
”Kalau saya tak berani stok banyak, karena harga jual saat ini juga tak terjangkau sama pembeli. Hanya stok 5 sampai 6 kg, terkadang kurang,” terangnya.

Selain itu, harga telur ayam juga masih tinggi, yakni Rp 45 ribu per papan. Dewi, pedagang sembako eceran mengaku harga telur lokal cenderung naik dan belum ada tanda-tanda stabil dari distributor dan agen.

”Modal awal sudah Rp 42 ribu per papan. Konsumen paling beli per 10 butir dan eceran karena harga semakin tak terjangkau,” terangnya.(cr1)