batampos.co.id – Paska Lebaran Idulfitri 1440 Hijriah, ribuan pencari kerja mendatangi Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Ada beberapa alasan mereka menyambangi kota industri yang dibangun oleh Presiden ke 3 RI, Baharudin Jusuf Habibie.

Sejumlah turis asal Tiongkok berswafoto dengan landmark Welcome To Batam. Landmark Welcome To Batam menjadi salah satu tempat yang banyak dikunjungi baik oleh wisatawan lokal maupun dari Mancanegara. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

1. Upah Batam Tertinggi di Asia Tenggara

Pada 2018, upah di negara Asia Tenggara lainnya lebih rendah dari Kota Batam. Misalnya di Laos sebesar Rp 2.000.000 atau 1,2 Juta Kip. Di Vietnam sebesar Rp 2.415.000 atau 3.980.000 Dong. Sementara di Myanmar sebesar Rp 1.500.000 atau 144 Kyat.

Di Filipina sebesar Rp 2.500.000 atau 9300 Peso. Di Kamboja sebesar Rp 2.150.000 atau 630.000 Riel. Saat itu, upah di Batam capai Rp 3,5 juta dan sekarang sudah Rp 3,8 juta.


2. Dekat Dengan Dua Negara Tetangga

Selain upah yang cukup tinggi, Kota Batam juga sangat dekat dengan dua negara tetangga yaitu Malaysia dan Singapura.

Perjalan ke dua negara tetangga itu pun dapat ditempuh hanya dalam waktu 30 sampai 45 menit dan hanya dengan menggunakan kapal Ferry. Hal itu menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat kota lain di di Indonesia memiliki bekerja di Kota Batam.

3. Perusahaan Raksasa Pindah ke Batam

Beberapa perusahaan raksasa masuk ke Kota Batam, salah satunya Pegatron. Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, Rudi Syakyakirti, mengatakan perusahaan tersebut diperkirakan akan merekrut tenaga kerja sekitar 1000 orang.(esa)

Loading...